Dua Rumah dalam Satu Lahan

Demi adiknya, sang pemilik mengambil keputusan merenovasi rumah yang cukup ekstrem yaitu membagi fungsi massa bangunan menjadi 2 rumah. Ada waktunya pada saat di mana rumah yang memiliki ukuran besar terasa luas akan tetapi juga terkesan dingin. Di sisi lain, ada rumah mungil tapi mampu menghadirkan kehangatan keluarga dengan lebih maksimal. Alasan inilah yang membuat sebagian orang rela pindah dari rumah mereka yang lebih luas ke hunian yang lebih mungil.

baca juga : harga genset Yanmar

Ada juga memiliki alasan personal yang lainnya, seperti yang telah dilakukan oleh seorang bernama Shidiq Quantoro (30). Ingin mengajak adiknya tinggal bersama namun tetap mempertahankan privasi masing-masing keluarga, Shidiq merenovasi huniannya yang terletak di daerah Cirendeu, Jakarta Selatan, dengan permintaan yang cukup spesial terhadap Principal Architect If:d, Imron Yusuf. Luas lahan yang semula 240m2, kini dibagi 2 menjadi 120m2.

Sarat Kaidah Tropis

Bermula dari sebuah bangunan rumah yang keadaan fisiknya sudah tak memadai untuk ditinggali, bangunan ini direnovasi total dengan perubahan ekstrem pada organisasi ruangnya. Imron membangun 2 bangunan rumah dengan fasad yang menyambung, meski masing-masing rumah dipisahkan dengan dinding pembatas masif mulai dari area eksterior hingga interiornya. Satu satunya pembatas tak masif yang digunakan adalah pagar bambu yang memisahkan taman belakang kedua rumah ini.

“Saat dibutuhkan, pagar bambunya tinggal digeser. Praktis, kan?” ucap Shidiq, yang menjalani hidup berdua bersama dengan istrinya, Chikita Aprilianti (29), pada rumah di bagian sayap kiri. Lahan mungil tak membuat kreativitas Imron padam. Ia berhasil menciptakan hunian dengan segala kaidah bangunan tropis yang menunjang faktor alam. Void tinggi–sesuai permintaan Shidiq–dibuat pada ruang keluarga, sehingga udara panas dapat naik hingga plafon dan meminimalkan kesan sesak. Bukaan besar dan luas dihadirkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya.

Efisien dan Hemat Biaya

“Sesuai dengan semangat untuk mewujudkan low cost house, pada finishing arsitektural bangunan juga dibuat sesederahana mungkin dan seefisien mungkin, akan tetapi tanpa menghilangkan estetika dan kenyamanan bangunannya sendiri,” Imron menjelaskan. Bangunan yang memakan waktu pembangunan sekitar 7 bulan ini memang sebagian besar areanya memanfaatkan bahan dasar bangunannya sebagai finishing.

Misalnya, pada dinding bata ekspos yang juga menjadi dinding struktural untuk bangunan rumah, serta semen ekspos di bagian area lantai dan dinding. Meski menuntut kerapihan yang tinggi dalam pengerjaan, hunian bernuansa unfi nished ini berhasil merepresentasikan kebutuhan pemilik dengan sangat baik. Penghuni dapat menikmati suasana rustik yang alami pada setiap sisi rumahnya. Pada kesempatan lain, ia juga bisa untuk mengembangkan rumah ini menurut dari kebutuhan masa depannya dan sesuai konsep rumah tumbuh yang diakomodasi sang arsitek.

Setelah Bunda Jadi Birokrat

AUNG San Suu Kyi, putri pahlawan besar Aung San yang sudah berpuluh tahun menentang kediktatoran junta militer, kini berkelakuan layaknya birokrat di negeri otoriter. Bunda Suu menolak mengakui bahwa tentara Myanmar telah menembaki ratusan pengungsi Rohingya. Oktober lalu, 300 gerilyawan Islam radikal menyerbu tiga pos perbatasan di kota kecil Maungdaw di Rakhine utara, Myanmar, menewaskan sembilan polisi penjaga perbatasan dan merebut sejumlah amunisi.

Pembalasan datang bergulung gulung. Berpegangan pada analisis gambar satelit, kelompok Human Rights Watch mengumumkan temuannya: hampir seribu rumah hancur dan gosong—tanda pembakaran yang sistematis— di desa-desa Rohingya. Tapi, bulan ini, Komisi Rohingya bentukan pemerintah menegaskan tak ada pelanggaran hak asasi dalam kasus ini—senada dengan pernyataan Suu Kyi.

MELAWAN LANUN

Kota-Bunga.net P EMBEBASAN Abu Sayyaf hendaknya tidak mem buat kita lengah dan berlaku lajak. Sikap ini hanya membuat kita si buk menggembungkan dada sera sepuluh sandera- – – ya melupakan fakta bahwa masih ada empat warga negara Indonesia yang disekap kelompok separatis di Filipina selatan itu. Kapal tunda Brahma 12 dan bargas yang ditariknya dibajak kelompok Abu Sayyaf, 25 Maret lalu. Bermuatan 7.500 metrik ton batu bara, kapal itu sedianya akan dilayarkan ke Luzon, Filipina. Di lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, kapal disergap lanun. Pelakunya dipercaya merupakan faksi Al-Habsi Misaya dari milisi Abu Sayyaf—pecahan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kelompok separatis yang meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina. Kepada PT Patria Maritime Lines, penyamun meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. Belum lagi sepuluh sandera pertama dibebaskan, kelompok lain dari milisi yang sama membajak kapal TB Henry dan tongkang Christy. Empat dari sepuluh awak disandera di kawasan yang sama. Menolak membayar tebusan tentu sikap terpuji. Tak mau takluk kepada teror, dunia internasional telah bersepakat tidak meladeni permintaan uang dari lanun mana pun. Tapi fakta di lapangan, tampaknya, berbicara lain. PT Patria Maritime Lines pagi-pagi sudah menyatakan menyiapkan dana untuk membebaskan karyawannya yang diculik. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan uang tebusan merupakan tanggung jawab perusahaan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir pemerintah yang tak mengakui ransom. Koran Manila sejak awal sudah mensinyalir adanya transaksi itu. Kita tentu menyayangkan jika benar sandera dilepas karena tebusan.

Takluk kepada ancaman dapat menyuburkan teror. Kita juga menyayangkan pemerintah Filipina yang tak menguasai medan—sesuatu yang membuat para pembajak leluasa memaksakan kehendak. Saat ini, Kepulauan Sulu dikuasai kelompok separatis meski pemerintah Filipina telah menerjunkan 4.000 personel militer di sana. Dalam sejumlah kontak senjata, korban dari militer Filipina terbukti lebih banyak ketimbang dari pihak pemberontak. Daripada jadi gosip, soal tebusan sebaiknya dibikin terang. Tak ada salahnya mengaku jika ada uang keluar—misalnya dengan bungkus bantuan kemanusiaan. Pemerintah selayaknya tak menutup mata jika ada pihak lain di Indonesia yang membayar. Koordinasi ihwal masalah ini sebaiknya ditingkatkan. Istilah ”diplomasi total” yang digunakan dalam kronologi pembebasan ini hendaknya tidak membuat Republik menjadi satu level dengan gerombolan bersenjata. Diplomasi total yang melibatkan banyak aktor—jika ini yang dimaksud— hanya punya makna positif jika semua elemen yang terlibat berada dalam kendali pemerintah. Ingatlah bahwa tugas belum selesai. Empat sandera menunggu pasukan penyelamat. Penyekapan sandera di kawasan yang lebih terisolasi membuat kerja makin sulit. Pelaku dari faksi yang berbeda membuat negosiator Indonesia tak bisa menggunakan pola lama. Boleh jadi, mereka bahkan harus memulai dari nol. Kesediaan banyak pihak untuk terlibat dalam negosiasi tentu tak ada salahnya. Kita tahu Wakil Presiden Jusuf Kalla menurunkan bekas Duta Besar Indonesia di Rusia, Hamid Awaludin, untuk terlibat. Hamid menggunakan jasa Agus Dwikarna, mantan narapidana terorisme Indonesia yang mendekam di penjara Filipina, untuk membuka komunikasi dengan penculik. Surya Paloh menggunakan Yayasan Sukma—lembaga sosial yang ia dirikan di Aceh pascatsunami. Dua pengurus Yayasan diketahui memiliki akses ke personel Abu Sayyaf. Pemilik kapal memakai jalur Kivlan Zen, yang pernah lama bertugas di Filipina. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan Tentara Nasional Indonesia bekerja lewat jalurnya sendiri-sendiri.

Asalkan dikoordinasi dengan rapi, strategi keroyokan semacam ini tentu bagus-bagus saja. Semua punya peran. Tak perlu saling klaim. Komando harus berada di satu tangan. Dalam operasi penyelamatan sepuluh sandera, perihal koordinasi ini sempat jadi omongan. Apalagi belakangan, dalam sesi penjemputan sandera, terkesan ada upaya dari para aktor untuk berebut panggung. Di tingkat internasional, pemerintah tiga negara harus mempererat kerja sama untuk memberantas lanun. Berada di perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Filipina, perairan itu merupakan lalu lintas strategis. Kebutuhan batu bara untuk Provinsi Mindanao, misalnya, saat ini dipasok dari Kalimantan. Merompak merupakan tindakan kriminal. Abu Sayyaf dan para sempalannya bukan pejuang agama. Masyarakat selayaknya tidak terkecoh. Membasmi lanun di kawasan itu bukanlah memerangi agama—melainkan membasmi kejahatan.

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU PULUHAN orang berseragam Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) melarang acara World Press Freedom Day 2016 dan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di kantor Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Selasa malam pekan lalu. Massa didampingi pendiri Front Antikomunis Indonesia, Burhanudin. ”Kalau tidak bisa dibina, diratakan saja,” teriak mereka di lokasi acara. ”Bubarkan propaganda komunis!” Beberapa menit sebelumnya, belasan polisi dari Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, yang dipimpin Kepala Bagian Operasional Komisaris Sigit Haryadi, mendatangi lokasi dan meminta acara dibubarkan.

Acara itu dihadiri seratus jurnalis dan aktivis gerakan masyarakat sipil di Yogya. ”Kapolda DIY memerintahkan kegiatan ini harus dibubarkan,” kata Sigit, emosional. Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria sempat melakukan negosiasi dengan mereka. Kepada massa FKPPI dan polisi, dia menyatakan acara itu rutin digelar setiap tahun. Panitia juga sudah mengirimkan undangan dan pemberitahuan kepada pimpinan Kepolisian Yogyakarta. Panitia pun sudah meyakinkan polisi bahwa Pulau Buru Tanah Air Beta adalah film dokumenter dan merupakan produk jurnalistik. Film itu juga diputar di Simposium 65 pada 18-19 April lalu di Hotel Aryaduta, Jakarta. Tapi polisi tak menggubris penjelasan panitia. Alasan polisi, ada sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan pemutaran film tersebut. Panitia akhirnya mengalah dan membatalkan acara pemutaran film.

Pentingnya Industri Olahan dan Manajemen Stok

Cabai termasuk salah satu komoditas hortikultura yang kerap menyumbang inflasi. Harganya sangat berfluktuasi dengan kesenjangan yang dalam. Harga di tingkat petani pernah sampai tinggal Rp2.000-an per kg hingga petani tidak mau memanen cabainya di kebun. Dan sebaliknya pernah melambung ke angka Rp40 ribuan per kg sehingga di tingkat konsumen mencapai hampir Rp100 ribu per kg.

Padahal secara jumlah, produksi cabai nasional mencukupi, tetapi sebaran produksinya setiap bulan tidak merata. Masih ada bulan-bulan “kosong” yang memicu gejolak harga. Misalnya tanam saat penghujan mulai November hingga Maret. Panen berlangsung sampai Juli. Agustus kosong karena tidak ada air. Inilah perlunya pemerintah memberi bantuan pompanisasi. Karena itu pemerintah cq Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, bekerja keras untuk meng atasi permasalahan kronis tersebut.

Misalnya melalui pengaturan waktu tanam di sentra-sentra produksi dan memberikan bantuan sarana pengairan sederhana kepada petani agar mau bertanam saat kesulitan air. Untuk perbaikan produktivitas, masih banyak yang perlu dilakukan untuk petani. Tidak sebatas memberikan bantuan bibit, tetapi juga bantuan teknologi. Perlulah memodernisasi cara mereka berbudidaya. Tidak usah yang mahal, mulailah dengan plastic house dulu. Kita positive thinking saja, kita berharap semoga apa yang dilakukan teman-teman dari Kementerian Pertanian dengan langkah dan strategi mereka bersama anggaran yang sudah dikucurkan betulbetul bisa memberikan, satu: bagi konsumen, tidak akan menerima gejolak harga yang signifikan, dua: untuk petani, bisa menikmati harga yang reasonable, sedikit lebihlah dari hari-hari biasa.

Dukung Industri Olahan

Sebenarnya cabai bukan cuma urusan Kemen terian Pertanian, tetapi juga menyangkut Kemen terian Perdagangan dan Perindustrian, bahkan sekarang tambah Bulog. Saat ini pemerintah kita kurang koordinasi dan masih terjadi ego sektoral dalam menangani cabai. Ini harus ada wasitnya supaya petani tidak menjadi korban karena ketidakpastian pasar. Ketidakpastian tersebut antara lain dipicu oleh fakta bahwa cabai dijual petani sebanyak 99% dalam bentuk segar. Di sisi lain industri pengguna cabai, khu susnya produsen mi instan, melakukan impor ca bai bubuk sekitar 1.100 ton/tahun atau setara 9.000 ton/tahun (30 ton/hari) cabai segar. Padahal permintaan terhadap mi instan cenderung naik terus.

Berarti ini ada peluang untuk memproduksi cabai bubuk. Namun saat ini peluang tersebut malah di nikmati petani India dan Tiongkok. Industri kita tidak mau membeli produksi lokal (untuk cabai bubuk) karena harga cabai dari petani mahal. Harus dikaji mengapa India murah? Apakah memang dikonsumsi manusia atau bahan reject di India? Apakah itu barang disubsidi habis-habisan di sana? Jangan pula petani kita dipaksa mengikuti standar harga India.

Penulis setuju industri makanan minuman kita harus maju, tetapi petani kita harus dilindungi dan industri dikasih bantuan. Jangan sampai hanya memikirkan industri lantas bebas impor karena lebih murah. Lebih murahnya ini kenapa dicari dulu sebabnya. Jangan-jangan ini “sampah” di India atau di sana kelebihan stok lalu dibeli pemerintahnya lalu diekspor ke Indonesia daripada tidak laku. Ini harus dikaji mendalam. Pemerintah harus mampu menggerakkan industri saus nasional untuk mengurangi atau menyetop impor cabai. Selama ini pengolah cabai masih didominasi industri besar. Padahal produksi saus dan bubuk cabai tidak perlu teknologi tinggi, tetapi mutlak harus dijaga higienisitasnya.

Jadi, sebaiknya pengembangan produk olahan cabai tidak bertumpu pada industri besar saja, tetapi juga manfaatkan UKM dengan dukungan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk mengembangkan pasar cabai olahan, kita juga perlu mengubah mindset (cara pikir) masyarakat. Jangan setiap hari hanya menginginkan cabai segar. Konsumsilah sambal, bubuk cabai, cabai kering, atau cabai beku. Seperti di Jepang, masya rakat sudah terbiasa menggunakan cabai kering. Bila ingin membuat sambal, rendam dulu dengan air panas, setelah lunak baru digerus. Masih pedas rasanya. Sejauh ini sudah ada beberapa pelaku UKM yang memproduksi sambal siap santap. Tapi ini perlu lebih dikembangkan lagi. Petani juga bisa diajak memutar roda ekonomi di daerah setempat dengan membangun kemitraan bersama perusahaan kecil. Tentu dalam hal ini diperlukan dukungan kebijakan pemerintah.

Manajemen Stok

Dari sisi budidaya, kita harus mengadakan gudang penyimpanan berpendingin di dekat sentra produksi. Kalau panen raya tapi ada berlebihan produksi, tidak usah langsung dikirim ke pasar. Disimpan saja di gudang tersebut. Lalu, kita juga harus memperbaiki manajemen stok di pasar.  Misalnya, berapa kebutuhan pasar di Jakarta, terutama Pasar Induk Kramatjati per sehari. Komunikasikan hal ini ke pemerintah daerah sentra cabai dan buat kesepakatan tentang kuota pasokan masing-masing daerah (kuota). Katakan hari ini Jawa Barat hanya boleh masuk 80 ton, Jawa Timur 80, Jawa Tengah 40 ton. Pedagang atau seseorang yang berangkat dari Jateng harus membawa barang dengan legalisasi (distempel) bahwa barang itu benar dari Jateng lewat stasiun agribisnis mereka di sana.

Kalau sudah masuk 40 ton, tidak boleh masuk lagi. Sebaliknya kalau hari ini Jabar dikasih jatah 80 ton boleh masuk ke Pasar Induk Kramatjati (PIKJ), tetapi ternyata tidak mampu, minimum dua hari sebelumnya sudah menyampaikan ke pihak pengelola pasar DKI Jakarta bahwa mereka hanya bisa suplai misalnya 60 ton dan terjadi kekurangan 20 ton. Untuk mengatasi kekurangannya, pengelola pasar DKI mengeluarkan stok yang ada di pasar. Nah, di sinilah PIKJ kita harus diperbaiki. Kita bisa lihat contoh di Singapura atau Melbourne (Australia), buka dari jam empat subuh sampai jam sem bilan pagi. Jam sembilan tutup, lebihnya masuk gudang berpendingin. Dengan manajemen stok seperti itu, harga akan stabil. Jangan lagi begitu harga naik, dibilang ulah mafia. Di sinilah peran pemerintah duduk bersama stakeholderlain. Pemerintah terdiri dari Kementerian Pertanian, Perdagangan, dan Perindustrian (ka rena industri menggunakan bahan baku, jadi tidak usah impor) juga pemda. Libatkan juga organisasi petani. Dari sana dapat diketahui kebutuhan industri makanan dan minuman Indonesia dan jumlah produksi riil cabai.

Khusus menghadapi hari-hari besar keagamaan, memang ada peningkatan permintaan sehingga perlu diantisipasi dengan melakukan pola tanam jauh-jauh hari. Dengan begitu, tambah an permintaan misalnya saat bulan puasa dapat terpenuhi. Terkait harga, berilah kenikmatan sedikit bagi petani untuk menikmati itu. Ibaratnya transportasi ada harga maksimal. Berikan harga di atas rata-rata tetapi tidak lebih dari 25%. Setelah manajemen stok, infrastruktur di pasar-pasar perlu diperbaiki. Perbanyak gudang-gudang berpendingin untuk menyimpan kelebihan pasokan cabai. Lalu sistem rantai pasok juga diperbaiki.

Kita harus memperkuat organisasi petani. Idealnya dalam bentuk koperasi, seperti di Jepang, Belanda, dan Inggris, koperasi mereka sangat kuat. Petani mereka makmur. Untuk membuat petani Indonesia makmur, mereka perlu diberdayakan. Mereka memerlukan bantuan modal kerja. DPR membuat peraturan perundang-undangan agar petani bisa menarik napas, misalnya dengan memberikan waktu dua tahun tanpa mencicil pinjaman modalnya dari perbankan. Dalam masa dua tahun itu, pemerintah memberikan subsidi bunga dan pinjaman, jadi tidak hanya subsidi bunga. Ini tugas Menteri Keuangan untuk mengaturnya. Bank Indonesia juga bekerja sama dengan bank-bank untuk mencegah human error dalam pelaksanaannya.

Sejahterakan Petani Lewat Kemitraan

Pemerintah menilai salah satu solusi menyejahterakan petani adalah dengan mengendalikan fluktuasi harga cabai. Fluktuasi yang menyebabkan inflasi ini di antaranya terjadi karena adanya permasalahan off farm, panjangnya rantai pasok dari petani hingga masuk ke pasar. Untuk memotong panjangnya rantai pasok, bisa dilakukan dengan menjalin ke mi traan, baik itu dengan pemerintah maupun swasta.

Baca Selanjutnya : kota-bunga.net

Terkait kemitraan itu, 1 Maret 2016, Dirjen Hortikultura, Spudnik Sujono menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan PT Gunung Agro Mas Lestari (GAML) di Solo. MoU ini ditujukan untuk menstabilkan harga cabai di Jakarta dan sekitarnya dengan memasok cabai ke Jakarta dan sekitarnya. Kemitraan dengan Avalis “Selama ini rantai pasok dari petani menuju pedagang besar terlalu panjang,” terang Pieter G. Tangka, Dirut PT GAML. Menurutnya, bandar pemasok dan pedagang besar/grosir di Pasar Induk merupakan dua agen yang sangat menentukan harga. “Semisal kedua pihak menentukan harga Rp20 ribu/kg, maka harga sampai ke konsumen sebesar Rp35 ribu/kg. Dan setelah menerima pembayaran, harga yang sampai ke petani ha nya Rp9.000/kg.

Jadi kalau harga tinggi di konsumen itu belum tentu harga tinggi juga di petani,” urainya. Avalis, menurut, Pieter berperan memangkas panjangnya rantai pasok yang terurai dari petani, penebas, pengepul, bandar pemasok hingga ke pedagang besar. Semisal pedagang besar membeli cabai dari avalis dengan harga Rp20 ribu/kg, maka petani juga akan menerima harga Rp20 ribu/kg. Avalis sendiri merupakan bagian atau kesatuan dari petani. Ia wajib mengeluarkan modal dalam rangka pembiayaan input produksi sehingga dibutuhkan juga MoU antara avalis dan petani. Sebagai avalis, Pieter menanggung seluruh biaya produksi, sedangkan petani cukup menyediakan lahan dan tenaga saja. Persentase pembagian hasil yang disepakati antara Pieter dengan petani adalah 50:50. Kemitraan dengan Industri Petani juga dapat bermitra langsung dengan industri pengolahan cabai. Salah satu kemitraan yang telah terjalin adalah antara PT Indofood dengan Kelompok Tani Bina Mitra Usaha Tani Horti – kultura “MultiAgro Makmur” di Jember.

Pola kemitraan perusahaan dengan petani juga memotong jalur distribusi yang panjang. Indofood memberikan pinjaman kepada kelompok taniuntuk modal produksi. David Tjiptahardja, perwakilan PT Indofood dalam diskusi terbatas tentang cabai Maret silam, mengatakan, pihaknya menjalankan kemitraan dengan petani sejak Februari 2009. Kesepakatan antara industri itu dengan kelompok tani meliputi harga, kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, sistem dan kemitraan, dan kesepakatan waktu. Selain itu, petani harus menanam komoditas sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain menandatangani kesepakatan, Indofood melakukan pendampingan mulai dari sosialisasi proses penanaman cabai, perawatan, pemetikan, dan penyortiran yang baik. Petani juga diinformasikan tentang persyaratan higienis cabai untuk pengiriman ke pabrik. Sutrimo, Ketua Kelompok Tani MultiAgro Makmur mengakui, pendampingan di lapangan penting untuk dilakukan. “Kami juga diajari soal administrasi berorientasi bisnis. Ada keterbukaan harga,” ujarnya.

Luar Biasa, Inilah 5 Manfaat Jus Seledri Untuk Kesehatan

Manfaat Jus Seledri – Seledri adalah salah satu jenis tumbuhan yang sering dijadikan bumbu masak, bercampur dengan rempah-rempah dan segala bumbu masak pada umumnya seperti garam, penyedap rasa hingga daun bawang menjadi bumbu masak wajib yang selalu disediakan di penyimpanan dapur kita.

Baca Juga: Perbedaan Margarin dan Mentega

Jika anda terbiasa membuat sayur sop maka anda sudah terbiasa dengan seledri bukan? Walaupun ternyata berbau agak berbeda dengan bumbu-bumbu lainnya, tanaman seledri ternyata memiliki manfaat lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh anda.

Kandungan Daun Seledri

Seledri secara umum memiliki kandungan cairan yang baik, tinggi kandngan mineral an vitamin seperti vitamin B6, VitaminC, Vitamin K, Kalium hingga asam folat. Selain itu seledri juga memiliki kandungan antioksidan yang lumayan tinggi seperti flavonoid dan fenolik.

Karena banyaknya manfaat mineral dan vitamin yang diberikan seledri, maka seledri menjadi salah satu bahan masak yang sering dicampurkan di sayur, menjadi pelengkap pada beberapa makanan dan bahkan dijadikan jus seledri sebagai minuman kesehatan.

Tahukah kamu bahwa manfaat jus seledri bagi tubuh itu ternyata luar biasa. Jika anda sebelumnya belum mengetahui manfaat jus seledri, anda sebaiknya mencoba untuk mengkonsumsi rutin jus seledri agar mendapat manfaat jus seledri bagi kesehatan tubuh anda.

Luar Biasa, Inilah 5 Manfaat Jus Seledri Untuk Kesehatan

Manfaat jus seledri yang diberikan untuk tubuh bervariasi dari mencegah penyakit, menjaga kesehatan, memberikan asupan gizi dan vitamin serta menjadi salah satu pencegah peradangan ringan dan berikut manfaat jus seledri bagi kesehatan tubuh:

1. Mencegah peradangan

Pertama, kandungan antioksidan seperti flavonoid dalam jus seledri, menjadi salah satu pencegah peradangan yang dialami di dalam tubuh. Radang yang terjadi di dalam tubuh biasanya disebabkan faktor adanya radikal bebas seperti bakteri dan agen-agen asing yang membuat tubuh meradang dan menimbulkan nyeri.

Peran antioksidan yang diberikan manfaat jus seledri adalah menghalau datangnya radikal bebas ke dalam tubuh.

2. Menekan terjadinya stress oksidatif di dalam tubuh

Kedua, kandungan antioksidan dan juga vitamin C di dalam manfaat jus seledri, berguna dalam menekan terjadinya stress oksidatif di dalam tubuh

Apa itu stress oksidatif? Stress oksidatif adalah stress yang ditimbulkan oleh organ-organ tubuh karena adanya faktor penyakit sehingga menyebabkan organ-organ mengalami tekanan masalah seperti jantung koroner, stroke hingga penyakit-penyakit lain.

3. Mengurangi potensi penyakit jantung dan ginjal

Ketiga, manfaat jus seledri selanjutnya adalah mampu mengurangi potensi penyakit jantung dan ginjal serta menjaga kesehatan dua organ tubuh ini. Jus seledri yang kalian minum secara rutin tersebut mampu memberikan perawatan antioksidan kepada jantung dan ginjal dan otomatis mencegah keduanya terkena penyakit dan benda-benda asing radikal bebas yang berpotensi mengganggu kinerja jantung dan ginjal.

4. Merawat organ organ tubuh

Keempat, kandungan antioksidan yang diberikan jus seledri selain mampu merawat organ organ tubuh dan mencegah peradangan ternyata memiliki banyak kemampuan seperti misalnya mencegah paparan kanker di dalam tubuh. Apa penyebab utama terjadinya kanker?

Kanker bisa disebabkan oleh dua hal, pertama adalah karena adanya ekspansi sel-sel tubuh yang tidak terkontrol sehingga menyebabkan keganasan, sementara penyebab keduanya adanya zat asing radikal yang menginfiltrasi sel-sel tubuh sehingga menyebabkan terjadinya keganasan di dalam sel-sel tubuh tersebut. Kandungan antioksidan yang ada di dalam jus seledri dapat mencegah masuknya infiltrasi zat-zat asing yang merugikan tubuh.

5. Bahan penurun tekanan darah tinggi

Kelima, manfaat jus seledri terakhir adalah mampu menjadi bahan penurun tekanan darah tinggi. Tentu saja meminum jus seledri tidak saat tekanan darah tinggi anda naik, tetapi fokus pada menjaga agar tekanan darah tidak tinggi, sehingga mengonsumsi jus seledri pada saat periodik saja. Faktor ini karena beberapa bahan yang ada di dalam jus seledri memiliki kandungan antihipertensi.

Perbedaan Margarin dan Mentega yang Perlu Anda Ketahui

 

Nasi Tumpeng Jakarta  – Margarine dan mentega? Memang beda ya? KarenaBanyak orang yang tidak menyadari bahwa margarine dan mentega adalah berbeda

Pada dunia nyata sehari-hari kebanyakan orang mengucapkan kata mentega daripada margarine dan Ketika membeli di toko kue pun kebanyakan orang mengucapkan nama mentega

Dan si penjual juga merasa tidak ada perbedaan mentega dan margarine, akan tetapi ternyata mentega dan margarine itu berbeda sama halnya dengan nasi box dengan nasi kotak.

Walaupun tekstur margarin dan mentega hampir mirip, Wangi mentega dan margarine juga mirip, Tapi mentega dan margarin punya gunanya masing-masing dan berikut adalah perbedaan margarine dan mentega:

Perbedaan Margarin dan Mentega yang Perlu Anda Ketahui

Ingin tahu Perbedaan margarine dan mentega? Perbedaan margarine dan mentega dapat anda lihat di sini, lalu apa sajakah itu? berikut ini beberapa komponen perbedaan margarine dan mentega bisa kamu lihat di bawah ini seperti yang dikutip dari souljournal.

  1.  Kemasan

Perbedaan margarine dan mentega yang pertama adalah terletak di kemasan, lalu kenapa kemasan? Karena cara membedakan margarine dan mentega yang paling gampang adalah dengan melihat kemasannya

Secara umum, kebanyakan, mayoritasnya, margarine dikemas dalam kemasan yang tidak familiar, Dengan merk-merk luar

Sedangkan mentega, dikemas dalam kemasan yang lebih familiar, Karena kebanyakan adalah produk local yang sering kita gunakan dalam sehari-hari

  1. Warna

Perbedaan margarine dan mentega yang selanjutnya adalah ketika sudah terbuka dari kemasannya adalah dari warnanya

Warna mentega adalah kuning pucat seddangkan warna margarine adalah kuning pekat

  1. Aroma

Perbedaan margarine dan mentega yang selanjutnya adalah bisa dirasakan dari aromanya

Karena, umumnya aroma margarine tidak begitu kentara, sedangkan aroma mentega lebih mengarah ke bau susu sapi

  1. Tekstur

Perbedaan margarine dan mentega yang selanjutnya adalah bisa dirasakan dari teksturnya.

Karena tentu saja tekstur margarine lebih kokoh daripada tekstur mentega yang lembek

  1. Rasa

Perbedaan margarine dan mentega yang selanjutnya adalah dari rasa, karena rasa margarine dan rasa mentega itu sangat berbeda.

Karena rasa margarine mempunyai rasa yang asin berbanding terbalik dengan rasa mentega yang manis

  1. Asal bahan baku

Margarine terbuat dari lemak nabati Seperti kelapa sawit Sedangkan mentega terbuat dari lemak hewani seperti susu

  1. Kandungan lemak

Margarine mengandung lemak tak jenuh, Sedangkan mentega mengandung lemak jenuh tinggi hingga 80%

  1. Kadar kolesterol

Margarine mempunyai kadar kolesterol rendah, berbeda dengan mentega yang mempunyai kadar kolesterol tinggi

  1. Titik leleh

Margarine mempunyai tiitk leleh yang lebih tinggi dari mentega sedangkan titik leleh margarine berkisar antara 37-42 derajat celcius Sedangkan titik leleh mentega berkisar antara 33-35 derajat celcius

  1. Penggunaan

Margarine lebih cocok digunakan untuk membuat kue basah, seperti cake sedangkan mentega lebih cocok digunakan untuk membuat kue kering

Nah, Itulah tadi pembahasan mengenai perbedaan margarine dan mentega dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan anda yah, selamat memasak.