Angsa Bag5

Di bait berikutnya ia menyebut bagaimana ia, di suatu pagi, melihat seekor angsa lepas dari kandang, tapi tak menemukan air lagi. Bulunya yang putih menyusuri tanah. Di parit yang kering ia membuka paruhnya yang berlumur debu, bertanya: ”Air, kapankah kau turun dalam hujan?” Angsa itu sebuah alegori: makhluk elok bukan-manusia yang menanggungkan ambisi, kepentingan, dan kalkulasi manusia—seperti alam dan mereka yang di pinggiran terancam perluasan kuasa teknologi dan modal. Baudelaire mempersembahkan Le cygne buat Victor Hugo yang waktu itu hidup di pengasingan. Kita tahu ke mana pengarang Les Miserables itu berpihak: bersama para nestapa. Tapi suara Baudelaire bukan nostalgia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *