Bermain Adalah Belajar Bag2

Di sini ia melatih koordinasi tangan dan matanya. Begitu terus sampai akhirnya anak bisa makan sendiri dengan rapi. Sementara itu, melalui kegiatan permainan fi sik, si prasekolah dapat belajar mengatur keseimbangan. Merancang strategi untuk menang dan bekerja sama dalam pertandingan berkelompok.

Baca juga : ausbildung jerman

Memahami aturan sebab akibat, bahkan mempelajari perilaku yang dapat diterima secara sosial dalam permainan bersama teman sebaya. Saat bermain, prasekolah juga akan menemui berbagai persoalan atau konfl ik. Hal ini memungkinkan anak untuk belajar bagaimana cara berbagi, membuat keputusan, bernegosiasi, membela diri, sampai mengembangkan keterampilan menyelesaikan konfl ik ataupun memimpin. Jadi, dari beragam kegiatan saat bermain, tanpa disadari, anak dapat belajar dengan suasana hati yang senang.

Selanjutnya, Lusi memaparkan jenis-jenis aktivitas bermain yang dapat diperkenalkan pada anak usia prasekolah. Kegiatan bermain aktif, yaitu kegiatan bermain yang melibatkan seluruh indra dan anggota tubuh anak usia prasekolah. Di antara jenis kegiatan bermain aktif adalah: ? Bermain dengan tangan, yaitu segala jenis permainan yang melibatkan dan merangsang keterampilan jemari, perabaan, maupun koordinasi visual motorik.

Contoh, bermain tepuktepuk dengan lagu, menggambar dan mewarnai, bermain lempar bola, bermain tangkap ibu jari, congkak, bola bekel, dan lainnya. ? Permainan motorik kasar, yaitu segala jenis permainan yang mengutamakan gerakan sehingga dapat melatih otot besar anak. Contoh, berlarilarian, memanjat, melompat, dan sebagainya. ? Permainan konstruktif, yaitu segala jenis permainan yang dapat merangsang ide anak dalam membangun sesuatu atau merakit konstruksi tertentu. Contoh, membentuk bangunan dengan balok, lego, dan lainnya.

Permainan kreatif, yaitu segala jenis permainan yang memungkinkan anak menciptakan berbagai kreasi dari imajinasinya sendiri. Contoh, membuat rumah-rumahan dari selimut, membuat mobil-mobilan dari kotak susu, dan lainnya. ? Permainan simbolik, yaitu permainan dimana anak memegang suatu peran tertentu. Contoh, bermain peran menjadi orangtua, menjadi dokter, dan sebagainya. Permainan semacam ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan kemampuan adaptasi dan komunikasi anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.