Category Archives: Berita

Isu Tenaga Kerja China

PENELUSURAN Tim Khusus Tempo menguatkan temuan Ismail Fahmi bahwa ”penggoreng” isu tenaga kerja Cina sama dengan penggiat isu penistaan agama kepada Basuki. Jika ditarik lebih jauh, mereka yang terpantau adalah penyebar isu Jokowi keturunan Tionghoa saat pemilihan presiden. Dari pemantauan selama sepekan, sejak Rabu dua pekan lalu hingga Selasa pekan lalu, isu serbuan pekerja Cina muncul setelah Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2016 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang Didirikan oleh Warga Negara Asing pada 2 Desember 2016.

Dua hari sebelumnya, media sosial gaduh membincangkan foto sejumlah warga Cina memakai seragam Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) yang mirip Polri. Organisasi itu didirikan pada 19 April 2014 oleh para jenderal purnawirawan polisi. Wakil Ketua FBI Kasran Siregar mengaku tak tahu orang Cina memakai seragam FBI itu. Tapi ia mengakui ada tim penghubung investasi dengan Singapura. ”Tak ada warga negara Cina yang menjadi anggota FBI,” katanya. Menurut Kasran, isu orang Cina menjadi anggota FBI diembuskan sebuah akun palsu di Facebook.

Ia menduga pembuatnya orang FBI yang mengincar posisi ketua umum, sejak Renny Masmada meninggal pada Juli lalu. Organisasi ini dilanda kon?ik internal akibat pecah dukungan dalam pemilihan presiden 2014. ”Foto itu dipelintir menjadi isu SARA,” ujarnya. Dari foto FBI, isu kian liar menggelinding. Rizieq Syihab, pemimpin Front Pembela Islam, yang mengorganisasi demonstrasi memenjarakan Basuki pada 4 November dan 2 Desember 2016, turun gelanggang meramaikan keriuhan isu pekerja Cina di media sosial. Ia menyebut Indonesia segera dikuasai Tiongkok dan akan menjadi bagian negara komunis.

Melalui akun Twitter @SyihabRizieq, ia menulis bahwa reklamasi Teluk Jakarta bisa mengundang jutaan warga negara Cina masuk ke DKI. Ia menyerukan 74.700 pengikutnya mendata perusahaan yang mempekerjakan warga Cina. Sejak itu, isu pekerja Tiongkok kian meruyak. Akun-akun milik pesohor media sosial ikut meramaikan perbincangan soal ini, terutama di Facebook. Di Twitter, akun yang menyebarkan isu ini lebih banyak tanpa identitas alias anonim. Dari pemetaan ”Drone Emprit” dan Tim Khusus Tempo, mereka umumnya bersimpati kepada Rizieq dan FPI.

Rizieq mengatakan gerakan di media sosial merupakan bentuk solidaritas membela Islam, sebagai bentuk kekecewaan umat terhadap penistaan di dunia maya. Pemerintah, kata dia, tak hadir di tengah persoalan itu untuk mendinginkan suasana. ”Ini membuat para netizen Islam bertindak dengan caranya sendiri,” katanya kepada Iil Askar Mondza, kontributor Tempo, di Medan. Satu akun paling aktif dalam gerakan media sosial tentang pekerja Cina adalah @maspiyungan, yang getol menyatakan keraguan terhadap identitas dan agama Jokowi saat pemilihan presiden.

Akun dengan 130.700 pengikut ini menebar kan analisisnya berdasarkan tulisan dari blog atau media yang tak jelas pengelolanya. Akun @maspiyungan dan portalpiyungan.co adalah modifkasi @pkspiyungan dan pkspiyungan.org, dua media resmi Partai Keadilan Sejahtera, yang dikelola Solihun. Menurut Ketua PKS Bantul, Amir Syarifuddin, Solihun simpatisan partainya yang aktif menyalurkan bantuan untuk korban gempa Yogyakarta, peristiwa yang memicu pendirian dua akun itu.

Amir menegaskan, PKS tak punya kaitan lagi dengan Solihun. ”Ia menanam bunga bangkai di halaman orang lain. Wajar tuan rumah mengingatkannya,” ujar Amir. Ketua PKS Pusat, Cahyadi Takariawan, mengatakan Solihun beberapa kali memuat berita yang tidak sesuai dengan kebijakan partai. ”Padahal itu laman milik partai,” katanya. Pada Januari 2016, Cahyadi meminta Solihun melepaskan nama PKS jika ingin terus mengurus portal. Sejak itu, pkspiyungan.org menjadi portalpiyungan.co dan @pkspiyungan menjadi @maspiyungan.

Setelah lepas dari PKS, portalpiyungan. co memakai seorang konsultan iklan Andri Setiawan, yang tinggal di Pontianak, untuk mendapatkan penghasilan. Andri menawarkan jasa karena, menjelang Pe milihan Umum 2014, hit portal pkspiyungan.org tinggi tapi iklannya ”hanya” Rp 1,5 juta per bulan. Setelah ia kelola, pendapatan iklan melonjak Rp 30 juta di bulan pertama. Penghasilan iklan terus naik, dan pada tiga bulan terakhir mencapai Rp 150 juta per bulan. ”Saya hitung sejak saya pegang telah masuk setidaknya Rp 1 miliar,” ujar Andri. Ia hanya menggambarkan bagi hasil pendapatan iklan yang ia terima jika menjadi konsultan rata-rata 20-30 persen. Nomor telepon Solihun tak aktif. Andri menolak menghubungkan Tempo de ngan dia. Rumah yang disebut dikontrak Solihun di Piyungan juga kosong. ”Solihun sudah lama pindah,” kata seorang tetangganya.

Penghapus Peta Laju Tembakau Bagian 4

Direktur Jenderal Agro Industri Kementerian Perindustrian Panggah Sutrisno menyatakan pasrah atas putusan Mahkamah Agung. ”Kami sementara ini menerima,” ujarnya Kamis pekan lalu. Sutrisno menyebutkan peraturan menteri itu sudah mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk lapangan kerja, industri tembakau, dan kesehatan. ”Itu juga instrumen pengendalian tembakau.” Juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, mengatakan pemerintah tak punya pilihan selain harus mematuhi putusan judicial review itu. ”Kalau mau melakukan pengendalian, gunakan instrumen lain,” kata Suhadi, Kamis pekan lalu.

Bagi pemohon uji materi, putusan Mahkamah Agung jelas menggembirakan. Menurut Widyastuti Soerojo, putusan itu memberi bukti hukum bahwa kebijakan menteri melanggar hak atas kesehatan yang dilindungi undang-undang. Meski begitu, putusan Mahkamah Agung belum sepenuhnya membuat mereka tenang. Sebab, Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah kini tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan. Secara substansi, Koalisi menilai RUU Pertembakauan sebagai langkah mundur. Rancangan undang-undang itu antara lain akan melonggarkan lagi aturan penjualan rokok, yang telah diperketat Undang-Undang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan zat adiktif tembakau bagi kesehatan.

Widyastuti dan kawan-kawan pun berharap putusan judicial review Mahkamah Agung akan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan DPR. ”Kalau perlu, pembahasan RUU Pertembakauan tak usah diteruskan,” ujar Widyastuti. Ketua Panitia Kerja DPR untuk RUU Pertembakauan, Firman Subagyo, mengatakan putusan Mahkamah Agung tak akan mempengaruhi langkah DPR. ”Ini undangundang. Berbeda,” kata Firman.

Penghapus Peta Laju Tembakau bagian 3

”Akhirnya diputuskan judicial review ke Mahkamah Agung,” ujar Tigor. Dalam uji materi ini, pemohon berdalil bahwa peraturan menteri yang hendak menaikkan produksi rokok bertentangan dengan hak untuk hidup sehat yang dilindungi Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang Perlindungan Anak serta Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Peraturan menteri itu, menurut pemohon, juga tak sejalan dengan kebijakan pemerintah lainnya yang berusaha mengendalikan tembakau, misalnya Undang-Undang tentang Cukai. ”Cukai itu pajak dosa, dikenakan pada barang yang perlu diken dalikan,” kata Tigor. ”Kalau tak dikendalikan, akan punya dampak negatif, seperti alkohol.” Sejak menyerahkan berkas permohonan uji materi, Koalisi dan tim pengacara tak pernah mendengar kabar apa pun dari Mahkamah Agung. ”Sidangnya tertutup,” ujar Tigor. Tim pengacara baru tahu nasib permohonan mereka dari situs Mahkamah Agung pada akhir November lalu. Padahal putusan sudah diketuk pada 5 Oktober lalu.

Dalam putusannya, hakim agung H. Yulis, Irfan Fachruddin, dan Is Sudaryono membenarkan argumen pemohon yang menyatakan peraturan menteri bertentangan dengan sejumlah undang-undang dan konvensi internasional. Undang-Undang Cukai, misalnya, menetapkan cukai tertinggi untuk tembakau: 275 persen dari harga jual pabrik atau 57 persen dari harga jual eceran. Itu untuk membatasi peredaran produk yang berdampak negatif bagi kesehatan. Karena itu, kata majelis hakim agung, ”Peraturan menteri itu tidak sah, tidak berlaku umum, dan memerintahkan menteri untuk mencabutnya.”

Penghapus Peta Laju Tembakau Bagian 2

Selama empat jam, peserta rapat ber bagi pendapat. Mereka umumnya khawatir target menaikkan produksi rokok pada akhirnya akan membahayakan anak-anak. ”Anak-anak dan perokok pemula selalu menjadi sasaran empuk,” ujar Hery. Ia mengutip data perokok usia 10-14 tahun yang meningkat 68,5 persen selama 2001-2013. Adapun perokok usia 15-19 tahun meningkat sekitar 37,3 persen. Berangkat dari kekhawatiran bersama, peserta rapat sepakat untuk mengirimkan teguran (somasi) kepada Menteri Perindustrian. Somasi pertama mereka kirimkan pada 4 Januari 2016.

Somasi mempertanyakan proyeksi produksi rokok yang diperkirakan berdampak pada naiknya jumlah perokok dan pencantuman kretek sebagai warisan budaya bangsa. Koalisi pun meminta Menteri mencabut peraturan tersebut. Setelah tenggat dua pekan terlewati, Koalisi mengirimkan somasi kedua pada 19 Januari lalu. Berbeda dengan somasi pertama, kali ini Kementerian Perindustrian sigap menanggapi. Kementerian mengundang perwakilan Koalisi pada 18 Februari lalu. Yang memenuhi undangan antara lain Kartono dan Hery. ”Wakil dari Kementerian berjanji menyampaikan aspirasi itu kepada Menteri,” kata Hery. Janji tinggal janji.

Lewat tiga pekan, Koalisi tak melihat sinyal positif dari Kementerian. Karena itu, pada 16 Maret lalu, mereka mengirimkan somasi ketiga, yang tak pernah mendapat balasan. ”Koalisi memutuskan menempuh jalur hukum,” ucap Hery. Koalisi kemudian meminta pandangan pengacara publik yang tergabung dalam Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia (Sapta). Pengacara yang dimintai pandangan antara lain Azas Tigor, Tubagus H. Karbiyanto, Julius Ibrani, dan Todung Mulya Lubis.

Penghapus Peta Laju Tembakau

AZAS ngetahui kabar baik itu tak langsung dari Mahkamah Agung. Seorang anggota staf kantor Forum Warga Kota Ja Tigor Nainggolan me- – karta (Fakta), yang rutin memantau situs MA, memberi tahu pengacara publik ini. ”Kasus uji materi kita menang,” kata Tigor menirukan anggota staf yang kegirangan, Selasa pekan lalu. Sekelompok pegiat pengendalian bahaya tembakau di Indonesia mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Agung pada April lalu.

Mereka menggugat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63 Tahun 2015 tentang Peta Jalan Industri Hasil Tembakau 2015-2020. Tigor adalah salah satu dari 15 kuasa hukum dalam permohonan uji materi ini. Dalam aturan yang diteken Menteri Perindustrian Saleh Husin pada 10 Agustus 2015, produksi rokok Indonesia diproyeksikan naik rata-rata 5-7 persen dalam lima tahun.

Pada 2020, produksi rokok diproyeksikan menjadi 524,2 miliar batang, melonjak dari produksi 2015 yang hanya 398,6 miliar batang. Peraturan menteri itu mengejutkan kalangan aktivis yang peduli isu pengendalian tembakau. Koordinator Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Kebohongan Industri Rokok, Kartono Mohamad, yang pertama berbagi informasi soal peraturan menteri itu.

”Sangat mengejutkan. Tak ada negara di dunia yang ingin meningkatkan produksi rokok melalui peraturan perundangan,” ujar Widyastuti Soerojo, wakil Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, yang mendapat kabar dari Kartono. Menanggapi kebijakan tersebut, kalangan pegiat pengendalian tembakau segera merapatkan barisan. ”Akhir November 2015, kami menggelar rapat,” kata Hery Chariansyah, Direktur Rumah Kajian Advokasi Kerakyatan Indonesia yang juga sekretaris Koalisi Rakyat Bersatu, Kamis pekan lalu.

 

Chef owner IKIKUE/ Finalis Masterchef Season 2 Bagian 2

Craftoflove.idCatering Pernikahan Jakarta. Untuk bagian kepala Doraemon yang bundar besar bisa menggunakan cake atau alternatif lainnya menggunakan bola styrofoam yang dilapisi aluminium foil. “Jadi tergantung kebutuhan. Bisa seluruhnya terbuat dari cake atau dimodifikasi,” jelasnya. Setelah cake dasar siap, lapisi kembali dengan ganache ke seluruh permukaan cake. Lapisan inilah yang nantinya akan membuat cake dan fondant dapat menyatu dengan baik, rekat, dan rapi sebagai selubung dasarnya (covernya). Bermain dengan fondan paling mudah menggunakan rolling pin agar bisa mencapai ketebalan khusus.

Baca juga : rebornmind.org

Agar tak mudah sobek, sebaiknya tebalnya fondan dibuat sekitar setengah sentimeter. Lalu untuk ukuran luasnya permukaan yang akan dicover atau ditutup fondan sebaiknya sudah diperhitungkan saat menggiling fondan agar dalam satu bahan tercover semua tanpa sambungan. Cara ini menghasilkan cake yang lebih rapi. Saat bermain fondan, Chef Beng menyarankan untuk memberi taburan tepung maizena sebelumnya sehingga fondan tidak saling menempel.

Baca juga : revogayahidup.com

Setelah itu, gulung lembaran fondan menggunakan pipa untuk memudahkan peletakan pada kue. Mulailah menutup dari salah satu sisi, sambil diputar pipanya ke arah yang lain hingga tertutup semuanya. “Setelah semuanya tertutupi dengan rapi, rapatkan pelan-pelan dengan tangan. Setelah itu, permukaan fondan siap dihias. Bisa ditambahkan dengan lapisan fondan warna-warni sesuai karakternya, atau diukir, dilukis hingga menggunakan airbrush,” jelasnya.

Menggunakan Struktur

Untuk cake yang lebih rumit dan berukuran besar, dibutuhkan struktur tambahan untuk menyangga cake dan fondan. Struktur ini bisa dibuat menggunakan kombinasi kayu, papan, besi, atau kawat. Kebutuhannya sangat ditentukan bentuk yang akan dibuat. Kayu atau besi umumnya digunakan sebagai tiang utama penyangga. Bisa ditambahkan papan untuk menopang cake utama.

Sementara kawat digunakan untuk menambahkan bentuk yang luwes, misalnya untuk membuat kaki, tangan, ekor, dan bentu k lainnya. “Tentu saja semuanya harus dilapisi dengan aluminium foil terlebih dulu sehingga higynitasnya terjaga,” ujarnya. Contohnya adalah cake berbentuk replika keranjang yang berisi ratusan bola golf seberat total 40 kilogram.

“Cake ini pernah saya buat dengan tinggi satu meter dan bobot 40 kilogram. Maka besi akan jadi penyangga yang tepat agar struktur kuat dan tidak runtuh,” ujarnya. Suhu penyimpanan cake dengan lapisan fondan sebaiknya berada pada suhu dingin dalam ruangan. Bukan di kulkas. Cara ini dapat membentuk konsistensi fondant sehingga makin kokoh.

Chef owner IKIKUE/ Finalis Masterchef Season 2

Ada Chef Beng Budiarso (35) yang mendalami teknik membuat dan mendekor kue-kue tiga dimensi. Kue yang berwujud replika suatu bentuk benda, hewan, maupun tokoh kartun ini begitu memiliki nilai jual tinggi asal tahu teknik membuatnya. Ahli pastry sekaligus Finalis Masterchef Indonesia season 2 ini berbaik hati membagikan ilmunya untuk berkreasi membuat cake tiga dimensi yang cantik.

Baca juga : Catering Jakarta Selatan

Cake tiga dimensi memang harus tampak kokoh, karena bentuknya merupakan replika benda atau tokoh kartun. Dasar cake yang digunakan tentu harus kokoh. Karena cake ini nantinya akan dibentuk dan ditutupi dengan dekorasi berbahan fondan yang cukup berat massanya. Saran Beng, pilihan brownis kukus atau butter cake sebagai dasar membuat cake tiga dimensi bisa jadi pilihan. Selain teksturnya lebih kokoh, cake jenis ini juga lebih mudah diukir untuk membuat bentuk khusus.

Tahap berikutnya perhatikan pula dimensi replika yang akan dibuat. Ukuran tinggi, lebar, bundar, atau kotak akan menentukan penggunaan jenis loyang untuk membuat cake agar lebih efisien. “Bisa dibantu dengan browsing gambarnya dulu, atau membuat pola dalam bentuk gambar. Hal ini penting untuk mengetahui postur, ekspresi, hingga kebutuhan warnanya,” imbuhnya. Selanjutnya, siapkan fondan sebagai bahan utama untuk melapisi kue. Lapisan fondan juga diperlukan agar cake siap dihias. Teknik hiasnya bisa dilukis, tempel, atau ukir.

Bahan dasar fondan umumnya dari gula, gelatin, glycerine, dan shortening,” urainya. Saat menyiapkan fondan, pastikan membagi komposisi fondan sesuai kebutuhan warna dan jumlahnya. Misalnya, ketika membuat cake 3D berbentuk doraemon, Chef Beng membutuhkan fondan untuk warna putih dan biru dalam jumlah banyak. Sisanya dalam jumlah sedikit berupa warna hitam, merah, dan kuning untuk bagian alis, hidung, serta baling-baling bambu. “Jadi kita harus bisa menghitung kebutuhan fondan dan warnanya sesuai bentuk karakternya,” terang pria kelahiran Semarang ini.

Menumpuk Cake

Sangat mungkin membuat cake yang ditumpuk karena tingginya dimensi replika yang kita butuhkan tak memungkinkan menggunakan satu cake. Jika membutuhkan bentuk khusus yang membutuhkan cake yang ditumpuk, Chef Beng menyarankan menggunakan ganache untuk merekatkan cake. Ganache bisa dibuat dengan mencampurkan cokelat leleh dan whipping cream dengan perbandingan 2 : 1. “Ganache lebih kuat berfungsi sebagai “lem” dibandingkan buttercream,” ujarnya.

Setelah Bunda Jadi Birokrat

AUNG San Suu Kyi, putri pahlawan besar Aung San yang sudah berpuluh tahun menentang kediktatoran junta militer, kini berkelakuan layaknya birokrat di negeri otoriter. Bunda Suu menolak mengakui bahwa tentara Myanmar telah menembaki ratusan pengungsi Rohingya. Oktober lalu, 300 gerilyawan Islam radikal menyerbu tiga pos perbatasan di kota kecil Maungdaw di Rakhine utara, Myanmar, menewaskan sembilan polisi penjaga perbatasan dan merebut sejumlah amunisi.

Pembalasan datang bergulung gulung. Berpegangan pada analisis gambar satelit, kelompok Human Rights Watch mengumumkan temuannya: hampir seribu rumah hancur dan gosong—tanda pembakaran yang sistematis— di desa-desa Rohingya. Tapi, bulan ini, Komisi Rohingya bentukan pemerintah menegaskan tak ada pelanggaran hak asasi dalam kasus ini—senada dengan pernyataan Suu Kyi.

MELAWAN LANUN

Kota-Bunga.net P EMBEBASAN Abu Sayyaf hendaknya tidak mem buat kita lengah dan berlaku lajak. Sikap ini hanya membuat kita si buk menggembungkan dada sera sepuluh sandera- – – ya melupakan fakta bahwa masih ada empat warga negara Indonesia yang disekap kelompok separatis di Filipina selatan itu. Kapal tunda Brahma 12 dan bargas yang ditariknya dibajak kelompok Abu Sayyaf, 25 Maret lalu. Bermuatan 7.500 metrik ton batu bara, kapal itu sedianya akan dilayarkan ke Luzon, Filipina. Di lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, kapal disergap lanun. Pelakunya dipercaya merupakan faksi Al-Habsi Misaya dari milisi Abu Sayyaf—pecahan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kelompok separatis yang meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina. Kepada PT Patria Maritime Lines, penyamun meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. Belum lagi sepuluh sandera pertama dibebaskan, kelompok lain dari milisi yang sama membajak kapal TB Henry dan tongkang Christy. Empat dari sepuluh awak disandera di kawasan yang sama. Menolak membayar tebusan tentu sikap terpuji. Tak mau takluk kepada teror, dunia internasional telah bersepakat tidak meladeni permintaan uang dari lanun mana pun. Tapi fakta di lapangan, tampaknya, berbicara lain. PT Patria Maritime Lines pagi-pagi sudah menyatakan menyiapkan dana untuk membebaskan karyawannya yang diculik. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan uang tebusan merupakan tanggung jawab perusahaan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir pemerintah yang tak mengakui ransom. Koran Manila sejak awal sudah mensinyalir adanya transaksi itu. Kita tentu menyayangkan jika benar sandera dilepas karena tebusan.

Takluk kepada ancaman dapat menyuburkan teror. Kita juga menyayangkan pemerintah Filipina yang tak menguasai medan—sesuatu yang membuat para pembajak leluasa memaksakan kehendak. Saat ini, Kepulauan Sulu dikuasai kelompok separatis meski pemerintah Filipina telah menerjunkan 4.000 personel militer di sana. Dalam sejumlah kontak senjata, korban dari militer Filipina terbukti lebih banyak ketimbang dari pihak pemberontak. Daripada jadi gosip, soal tebusan sebaiknya dibikin terang. Tak ada salahnya mengaku jika ada uang keluar—misalnya dengan bungkus bantuan kemanusiaan. Pemerintah selayaknya tak menutup mata jika ada pihak lain di Indonesia yang membayar. Koordinasi ihwal masalah ini sebaiknya ditingkatkan. Istilah ”diplomasi total” yang digunakan dalam kronologi pembebasan ini hendaknya tidak membuat Republik menjadi satu level dengan gerombolan bersenjata. Diplomasi total yang melibatkan banyak aktor—jika ini yang dimaksud— hanya punya makna positif jika semua elemen yang terlibat berada dalam kendali pemerintah. Ingatlah bahwa tugas belum selesai. Empat sandera menunggu pasukan penyelamat. Penyekapan sandera di kawasan yang lebih terisolasi membuat kerja makin sulit. Pelaku dari faksi yang berbeda membuat negosiator Indonesia tak bisa menggunakan pola lama. Boleh jadi, mereka bahkan harus memulai dari nol. Kesediaan banyak pihak untuk terlibat dalam negosiasi tentu tak ada salahnya. Kita tahu Wakil Presiden Jusuf Kalla menurunkan bekas Duta Besar Indonesia di Rusia, Hamid Awaludin, untuk terlibat. Hamid menggunakan jasa Agus Dwikarna, mantan narapidana terorisme Indonesia yang mendekam di penjara Filipina, untuk membuka komunikasi dengan penculik. Surya Paloh menggunakan Yayasan Sukma—lembaga sosial yang ia dirikan di Aceh pascatsunami. Dua pengurus Yayasan diketahui memiliki akses ke personel Abu Sayyaf. Pemilik kapal memakai jalur Kivlan Zen, yang pernah lama bertugas di Filipina. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan Tentara Nasional Indonesia bekerja lewat jalurnya sendiri-sendiri.

Asalkan dikoordinasi dengan rapi, strategi keroyokan semacam ini tentu bagus-bagus saja. Semua punya peran. Tak perlu saling klaim. Komando harus berada di satu tangan. Dalam operasi penyelamatan sepuluh sandera, perihal koordinasi ini sempat jadi omongan. Apalagi belakangan, dalam sesi penjemputan sandera, terkesan ada upaya dari para aktor untuk berebut panggung. Di tingkat internasional, pemerintah tiga negara harus mempererat kerja sama untuk memberantas lanun. Berada di perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Filipina, perairan itu merupakan lalu lintas strategis. Kebutuhan batu bara untuk Provinsi Mindanao, misalnya, saat ini dipasok dari Kalimantan. Merompak merupakan tindakan kriminal. Abu Sayyaf dan para sempalannya bukan pejuang agama. Masyarakat selayaknya tidak terkecoh. Membasmi lanun di kawasan itu bukanlah memerangi agama—melainkan membasmi kejahatan.

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU PULUHAN orang berseragam Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) melarang acara World Press Freedom Day 2016 dan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di kantor Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Selasa malam pekan lalu. Massa didampingi pendiri Front Antikomunis Indonesia, Burhanudin. ”Kalau tidak bisa dibina, diratakan saja,” teriak mereka di lokasi acara. ”Bubarkan propaganda komunis!” Beberapa menit sebelumnya, belasan polisi dari Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, yang dipimpin Kepala Bagian Operasional Komisaris Sigit Haryadi, mendatangi lokasi dan meminta acara dibubarkan.

Acara itu dihadiri seratus jurnalis dan aktivis gerakan masyarakat sipil di Yogya. ”Kapolda DIY memerintahkan kegiatan ini harus dibubarkan,” kata Sigit, emosional. Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria sempat melakukan negosiasi dengan mereka. Kepada massa FKPPI dan polisi, dia menyatakan acara itu rutin digelar setiap tahun. Panitia juga sudah mengirimkan undangan dan pemberitahuan kepada pimpinan Kepolisian Yogyakarta. Panitia pun sudah meyakinkan polisi bahwa Pulau Buru Tanah Air Beta adalah film dokumenter dan merupakan produk jurnalistik. Film itu juga diputar di Simposium 65 pada 18-19 April lalu di Hotel Aryaduta, Jakarta. Tapi polisi tak menggubris penjelasan panitia. Alasan polisi, ada sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan pemutaran film tersebut. Panitia akhirnya mengalah dan membatalkan acara pemutaran film.