Category Archives: Parenting

Hamil Sehat Di Usia 35 Ke Atas Bag2

? Berhenti merokok dan minum alkohol. Alkohol meningkatkan risiko bayi lahir cacat mental dan fisi. Merokok meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, padahal risiko Mama sudah tinggi karena usia. Tidak merokok juga dapat membantu mencegah preeklamsia.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

? Patuhi jadwal pemeriksaan yang diberikan dokter obgin. Lewat pemeriksaan rutin, kita dapat mengetahui dengan lebih dini jika ada kelainan pada kehamilan. Dokter pun bisa segera membantu mengatasinya sebelum terjadi hal fatal, seperti keguguran atau pendara han yang membahayakan jiwa mamil. Nah, itulah rahasia hamil sehat di usia matang yang penting Mama ketahui.

Risiko Hamil di Usia Matang

} PADA BAYI • Lahir dengan kelainan kromosom. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir cacat atau mengalami kelainan kromo som seperti sindrom Down. • Lahir prematur dan/atau berat ba dan di bawah normal. Bayi juga berisiko lebih tinggi mengalami kom plikasi masalah kesehatan saat beran jak besar lantaran mengalami gang guan pertumbuhan janin (Intrauterine Growth Retardation/IUGR).

} PADA MAMA

  • Diabetes gestasional. Mama yang tidak memiliki diabetes sebelumnya, tetapi memiliki kadar gula darah tinggi selama kehamilan, dapat dikatakan memiliki diabetes gestasional. Menurut analisis pada 2014 yang dilakukan oleh US Centers for Disease Control and Pre vention, prevalensi diabetes gestasio nal pada mamil di usia 35 ke atas ham pir mencapai 10% dari keseluruhan kehamilan pada mamil usia tersebut.
  • Inersia (gangguan kontraksi ra him ). Mamil usia matang lebih berisiko meng alami inersia karena tidak pu nya cukup kekuatan untuk mendorong janin pada proses kelahiran normal, sehingga sering harus dilakukan sesar.
  • Perdarahan merupakan komplikasi yang kerap menyertai inersia pada kelahiran normal di usia matang. Jika melahirkan dengan cara sesar, komplikasi yang mungkin terjadi adalah atonia (otot-otot rahim tidak bisa berkon traksi setelah plasenta keluar) dan bisa menyebabkan perdarahan hebat.
  • Preeklamsia (keracunan kehamil an) ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh pe ningkatan kadar protein di dalam urine. Umumnya muncul di pertengahan umur kehamilan, meski ada juga yang muncul di awal kehamilan. Jika tak segera ditangani akan berlanjut pada kondisi eklamsia yang dapat berakibat fatal.
  • Kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan). Terjadi karena sel telur tidak melekat di rahim tapi di ba gian tubuh lain, semisal di saluran telur (paling sering terjadi), leher rahim, di dalam rongga perut atau indung telur (ovarium). Kehamilan ektopik biasanya tak bisa berlangsung normal dan harus segera dikeluarkan karena dapat menimbulkan perdarahan masif serta meng ancam nyawa Mama.

Kok Kamu Usil Sih, Dek? Bag2

Anak tidak dapat diam lebih dari 5 menit, jadi ia akan selalu mencari cara agar ia bisa selalu bergerak. Untuk hal ini anak perlu penanganan secara khusus. BOLEH USIL, ASAL…. Keusilan batita ma sih ditoleransi jika ti dak membahayakan dirinya dan lingkungan. Kondisi yang membahayakan itu pada umumnya dapat terkait dengan listrik, api, daerah yang rawan kecelakaan seperti tepi sungai atau jalan, dan sebagainya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Jika sudah menyangkut keselamatan, kita perlu segera menghentikan. Endang menambahkan, “Jika keusilan batita berhubungan dengan norma kesopanan dan tata krama setempat, sebaiknya orangtua juga segera memberitahu si kecil untuk menghentikan keusilannya.” Ya, meskipun keusilan meng in dikasi kemajuan kognitif dan kreativitas, si kecil tetap memerlukan arahan, agar keusilannya tidak ber lanjut menjadi hal-hal yang di inginkan, bahkan membahayakan si anak.

Jika usil dengan sikap yang membahayakan itu didiamkan, maka bisa jadi menjurus pada hal-hal yang malah kontraproduktif untuk anak. Selain bisa terjadi bahaya, anak berpotensi dijauhi dari lingkungan dan teman-teman yang merasa terganggu oleh perlakuannya. Bila hal ini terjadi, menurut Endang, anak malah akan semakin mengembangkan sikap usil yang dapat mengarah pada sikap egois. Kita tentu saja tidak ingin buah hati mengalami hal ini, bukan?

Jika keusilannya disebabkan karena kreativitas yang tinggi, Mama Papa bisa saja memberikan reward berupa pujian dan pelukan pada anak. Berikan juga pengertian dan pemahaman bahwa hal tersebut perlu dilakukan dengan tetap me merhatikan apakah lingkungan me rasa nyaman atau tidak. Bukalah percakapan dan ajak ia untuk memahami dari sisi orang yang diusilinya.

Contoh, si kakak sedang membangun balok, eh, baru ditinggal sebentar adiknya telah mengubah “rancangan” si kakak. Nah, Mama Papa dapat memberinya pujian, tapi juga memberikan saran untuk meminta izin terlebih dulu pada Kakak. “pada umumya jika kakak dan adik yang saling usil, bisa jadi dikarenakan salah satu diantara mereka tidak ada kesibukan jadinya berusaha mencari perhatian dari saudaranya. Bisa juga sebagai perwujudan rasa gemas.

Sumber : pascal-edu.com

Perlukah Menghitung Tendangan Bayi

sat-jakarta.com – Bagi mama dengan kehamilan berisiko tinggi, menghitung tendangan janin dapat membantu menemukan gejala-gejala awal terjadinya gangguan. Karenanya, banyak dokter meng anjurkan mamil menghitung tendangan janin sejak minggu ke-24 hingga 28 kehamilan. Untuk mamil dengan kehamilan normal, tak ada salahnya juga menghitung tendangan janin setiap hari.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Sebaiknya, hitunglah pada waktu janin berada dalam kondisi paling aktif, seperti setelah Mama makan, berolahraga atau aktif bergerak, atau di malam hari. Menurut Ameri can Congress of Obstetricians and Gynecologists, mamil akan merasakan 10 tendangan dalam 2 jam. Faktanya, janin mungkin menendang lebih sering, bahkan bisa 10 kali dalam 30 menit. Cara praktisnya? Begitu Mama sudah berhasil menghitung sampai 10, berarti tugas Mama sudah selesai. Selamat menghitung!

PROBLEM PAYUDARA Masuk trimester ke-2, sensitivitas payudara mungkin sudah menurun, namun ada perubahan lain yang perlu Mama antisipasi. Pertama, ukuran payudara yang semakin bertambah, sehingga Mama perlu berbelanja bra beberapa kali selama kehamilan. Selain itu, meningkatnya sirkulasi darah ke payudara juga akan berpengaruh terhadap kondisi puting dan daerah areola. “Ukuran akan semakin besar, warnanya juga semakin gelap. Ini akan bertahan hingga sepanjang sisa usia kehamilan,” kata Dawne Kirkwood, penulis buku Giving Birth to Me, The Guide to Birthing Your Dreams.

PAPARAN ARSENIK TERDETEKSI MELALUI PLASENTA Selama ini banyak peneliti menggunakan plasenta untuk menemukan dampak awal dari paparan timbel, merkuri, serta jenis logam berbahaya lainnya. Para ahli dari Darthmouth College lantas mencoba mencari kaitan antara kondisi plasenta dengan paparan arsenik, yang banyak berasal dari air minum. Ternyata, konsentrasi arsenik yang ditemukan di plasenta sesuai dengan kadar yang ditemukan cairan urine mamil, kuku kaki mamil, dan bayi setelah lahir, serta air minum yang biasa dikonsumsi. Hasil studi ini dimuat di Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology.

PERDARAHAN SETELAH HUBUNGAN INTIM, NORMALKAH? Meningkatnya aliran darah ke area serviks dan dinding vagina membuat pembuluh darah lebih mudah pecah saat Mama berhubungan intim. Jika perdarahan yang dialami termasuk tidak berbahaya, yaitu hanya berupa fl ek dan tidak disertai kram perut, maka tak ada yang perlu Mama khawatirkan. Untuk kenyamanan, baiknya Mama mencoba posisi berhubungan intim yang lain agar perdarahan tidak terjadi lagi. Namun, jika yang Mama alami adalah darah keluar mengalir, jangan anggap enteng, segera berkonsultasi dengan dokter, ya!