Category Archives: Parenting

Perlukah Menghitung Tendangan Bayi

sat-jakarta.com – Bagi mama dengan kehamilan berisiko tinggi, menghitung tendangan janin dapat membantu menemukan gejala-gejala awal terjadinya gangguan. Karenanya, banyak dokter meng anjurkan mamil menghitung tendangan janin sejak minggu ke-24 hingga 28 kehamilan. Untuk mamil dengan kehamilan normal, tak ada salahnya juga menghitung tendangan janin setiap hari.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Sebaiknya, hitunglah pada waktu janin berada dalam kondisi paling aktif, seperti setelah Mama makan, berolahraga atau aktif bergerak, atau di malam hari. Menurut Ameri can Congress of Obstetricians and Gynecologists, mamil akan merasakan 10 tendangan dalam 2 jam. Faktanya, janin mungkin menendang lebih sering, bahkan bisa 10 kali dalam 30 menit. Cara praktisnya? Begitu Mama sudah berhasil menghitung sampai 10, berarti tugas Mama sudah selesai. Selamat menghitung!

PROBLEM PAYUDARA Masuk trimester ke-2, sensitivitas payudara mungkin sudah menurun, namun ada perubahan lain yang perlu Mama antisipasi. Pertama, ukuran payudara yang semakin bertambah, sehingga Mama perlu berbelanja bra beberapa kali selama kehamilan. Selain itu, meningkatnya sirkulasi darah ke payudara juga akan berpengaruh terhadap kondisi puting dan daerah areola. “Ukuran akan semakin besar, warnanya juga semakin gelap. Ini akan bertahan hingga sepanjang sisa usia kehamilan,” kata Dawne Kirkwood, penulis buku Giving Birth to Me, The Guide to Birthing Your Dreams.

PAPARAN ARSENIK TERDETEKSI MELALUI PLASENTA Selama ini banyak peneliti menggunakan plasenta untuk menemukan dampak awal dari paparan timbel, merkuri, serta jenis logam berbahaya lainnya. Para ahli dari Darthmouth College lantas mencoba mencari kaitan antara kondisi plasenta dengan paparan arsenik, yang banyak berasal dari air minum. Ternyata, konsentrasi arsenik yang ditemukan di plasenta sesuai dengan kadar yang ditemukan cairan urine mamil, kuku kaki mamil, dan bayi setelah lahir, serta air minum yang biasa dikonsumsi. Hasil studi ini dimuat di Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology.

PERDARAHAN SETELAH HUBUNGAN INTIM, NORMALKAH? Meningkatnya aliran darah ke area serviks dan dinding vagina membuat pembuluh darah lebih mudah pecah saat Mama berhubungan intim. Jika perdarahan yang dialami termasuk tidak berbahaya, yaitu hanya berupa fl ek dan tidak disertai kram perut, maka tak ada yang perlu Mama khawatirkan. Untuk kenyamanan, baiknya Mama mencoba posisi berhubungan intim yang lain agar perdarahan tidak terjadi lagi. Namun, jika yang Mama alami adalah darah keluar mengalir, jangan anggap enteng, segera berkonsultasi dengan dokter, ya!