Category Archives: Rumah

Cara Membuat Ruangan Kedap Suara

Jangan abaikan masalah sepele ketika mempercantik rumah. Salah satunya soal pemasangan kusen. Bila kusen tidak dipasang dengan benar, seringkali terdapat celah. Baik celah antara kusen dan dinding, maupun celah pada sambungan kusen. Celah ini berisiko membuat suara dari luar rumah mudah masuk dan membuat rumah jadi bising. Tampilannya kusen pun jadi kurang estetis karena banyak celah pada sambungannya. Tapi Anda jangan buru-buru ingin mengganti kusen dengan yang baru. Cukup dengan material yang praktis, kusen di rumah pun bisa kedap suara dan tampilanya rapi tanpa celah. Adalah Sika Boom®-AP, material pengisi celah yang serbaguna dari Sika.

Sika Boom®-AP berbentuk busa yang mengembang sehingga mampu menjangkau celah yang sulit dijangkau. Anda pun tak perlu khawatir soal tampilan akhir. Produk ini mudah diaplikasikan dengan hasil akhir yang rapi. Terlebih bila disandingkan dengan dua produk lainnya dari Sika, yakni backing rods (Foamlex) dan SikaHyflex® 220 Window.

Pengaplikasian cukup mudah. Pertama, aplikasikan Sika Boom®-AP pada celah-celah kusen. Kemudian pasang Foamlex sebagai backing rods yang nantinya menjadi alas pembatas pemasangan produk sealant. Dengan bahan ini sealant akan lebih sempurna terpasang. Terakhir, aplikasikan produk SikaHyflex® 220 Window, sealant dari Sika untuk jendela dan pintu. Lakukan ketiga tahap tadi pada sisi luar dan dalam jendela maupun pintu. Sehingga hasilnya jadi lebih maksimal dan rumahpun akan terhindar dari bising alias kedap suara. Bukan cuma mengisi celah pada kusen, produk Sika ini juga bisa Anda andalkan untuk masalah lainnya. Misalnya Sika Boom®-AP yang bisa mengatasi lubang bekas paku hingga celah pada sambungan pipa ke dinding. Semua produk Sika tadi pun dikemas dalam kemasan yang praktis, sehingga memudahkan Anda ketika pengaplikasiannya. Jadi tunggu apa lagi, yuk ciptakan rumah cantik yang nyaman!

Dua Rumah dalam Satu Lahan

Demi adiknya, sang pemilik mengambil keputusan merenovasi rumah yang cukup ekstrem yaitu membagi fungsi massa bangunan menjadi 2 rumah. Ada waktunya pada saat di mana rumah yang memiliki ukuran besar terasa luas akan tetapi juga terkesan dingin. Di sisi lain, ada rumah mungil tapi mampu menghadirkan kehangatan keluarga dengan lebih maksimal. Alasan inilah yang membuat sebagian orang rela pindah dari rumah mereka yang lebih luas ke hunian yang lebih mungil.

baca juga : harga genset Yanmar

Ada juga memiliki alasan personal yang lainnya, seperti yang telah dilakukan oleh seorang bernama Shidiq Quantoro (30). Ingin mengajak adiknya tinggal bersama namun tetap mempertahankan privasi masing-masing keluarga, Shidiq merenovasi huniannya yang terletak di daerah Cirendeu, Jakarta Selatan, dengan permintaan yang cukup spesial terhadap Principal Architect If:d, Imron Yusuf. Luas lahan yang semula 240m2, kini dibagi 2 menjadi 120m2.

Sarat Kaidah Tropis

Bermula dari sebuah bangunan rumah yang keadaan fisiknya sudah tak memadai untuk ditinggali, bangunan ini direnovasi total dengan perubahan ekstrem pada organisasi ruangnya. Imron membangun 2 bangunan rumah dengan fasad yang menyambung, meski masing-masing rumah dipisahkan dengan dinding pembatas masif mulai dari area eksterior hingga interiornya. Satu satunya pembatas tak masif yang digunakan adalah pagar bambu yang memisahkan taman belakang kedua rumah ini.

“Saat dibutuhkan, pagar bambunya tinggal digeser. Praktis, kan?” ucap Shidiq, yang menjalani hidup berdua bersama dengan istrinya, Chikita Aprilianti (29), pada rumah di bagian sayap kiri. Lahan mungil tak membuat kreativitas Imron padam. Ia berhasil menciptakan hunian dengan segala kaidah bangunan tropis yang menunjang faktor alam. Void tinggi–sesuai permintaan Shidiq–dibuat pada ruang keluarga, sehingga udara panas dapat naik hingga plafon dan meminimalkan kesan sesak. Bukaan besar dan luas dihadirkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya.

Efisien dan Hemat Biaya

“Sesuai dengan semangat untuk mewujudkan low cost house, pada finishing arsitektural bangunan juga dibuat sesederahana mungkin dan seefisien mungkin, akan tetapi tanpa menghilangkan estetika dan kenyamanan bangunannya sendiri,” Imron menjelaskan. Bangunan yang memakan waktu pembangunan sekitar 7 bulan ini memang sebagian besar areanya memanfaatkan bahan dasar bangunannya sebagai finishing.

Misalnya, pada dinding bata ekspos yang juga menjadi dinding struktural untuk bangunan rumah, serta semen ekspos di bagian area lantai dan dinding. Meski menuntut kerapihan yang tinggi dalam pengerjaan, hunian bernuansa unfi nished ini berhasil merepresentasikan kebutuhan pemilik dengan sangat baik. Penghuni dapat menikmati suasana rustik yang alami pada setiap sisi rumahnya. Pada kesempatan lain, ia juga bisa untuk mengembangkan rumah ini menurut dari kebutuhan masa depannya dan sesuai konsep rumah tumbuh yang diakomodasi sang arsitek.

Cat Pelapis Eksterior

Dinding yang terkena paparan sinar matahari memiliki kemampuan menyerap panas, sehingga ketika siang menuju sore hari, dinding akan menyimpan panas dan merambatkannya ke dalam ruangan. Untuk menekan perambatan tersebut, tidak ada salahnya menggunakan material pilihan seperti cat pelapis penolak panas.

Leo Saputra, Manager Marketing HeatGard, cat pelapis anti-panas, mengungkapkan bahwa dengan mengaplikasikan cat pelapis anti-panas, setidaknya membantu menurunkan suhu obyek yang dilapisinya. Misalnya bagian luar memiliki dinding eksterior yang disinari matahari bersuhu 60°C, karena dilapisi dengan cat anti-panas yang bersifat memantulkan sinar, maka suhu dinding bagian dalam rumah tidak sepanas suhu di luar.

Justru sebaliknya, suhu permukaan dinding dalam tersebut bisa turun 5°-15°C. Aplikasinya pun mudah dilakukan tanpa harus merenovasi rumah. Cukup aplikasikan pemukaan dinding eksterior dengan cat pelapis ini minimal 2 kali pelapisan. Leo menambahkan, untuk membuatnya bekerja efektif, sebaiknya bersihkan dinding terlebih dahulu dengan sikat atau lap. Hilangkan kotoran yang terdapat di permukaan dinding agar material bisa menempel dengan sempurna. Leo juga mengatakan, cat pelapis ini juga dapat diaplikasikan untuk material atap yang berbahan dasar asbes.

Material Anti-Panas Lindungi Bangunan Dari Terpaan Matahari

Mengurangi suhu panas pada ruangan juga dapat dilakukan dengan penggunaan material penahan panas yang tepat. Selain sirkulasi udara, penyebab panas lainnya adalah paparan sinar matahari yang merambat melalui dinding dan atap rumah. Terlebih, berada di lingkungan iklim tropis lembap, membuat kita mau tidak mau terpapar matahari lebih banyak.

Baca juga : Jual Genset Surabaya

Sejatinya, kita menginginkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah sebagai penerang, tapi tidak ingin terkena paparan panasnya. Melihat permasalahan tersebut, berbagai produsen pun berlomba lomba menciptakan material penahan panas untuk membuat rumah kita terlindung dari panasnya sinar matahari. Material-material tersebut bila digunakan secara tepat akan membantu menghalau radiasi panas masuk ke dalam rumah.

Insulator Anti-Panas

Selain cat, adapula insulator sebagai material penahan panas. Insulator ini diaplikasikan di bagian bawah atap dan dinding rumah. Bahan bahan insulator pun beragam, seperti aluminium foil, cellulose fber (daur ulang kertas koran), glasswool (terbuat dari bahan dasar fberglass), dan polyurethane foam. Fungsi dari insulator ini adalah untuk meredam panas yang masuk ke dalam rumah melalui atap. Ren Katili mengatakan, material anti-panas ini sangat cocok diaplikasikan pada ruang yang kedap udara sehingga pas untuk ruangan ber-AC. Ragil Saptowati, Head of Insulation Division Cool or Cosy mengatakan insulator tersebut akan menahan dan meredam panas yang masuk ke dalam rumah sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan. Yang perlu diperhatikan adalah lapisan insulator ini harus terpasang dengan rapat, bila tidak dapat menurunkan kinerja insulator.

Material Atap

Panas sinar matahari yang masuk melalui atap genting akan berimbas pada hawa panas ruang di bawahnya. Material atap rumah yang tebuat dari keramik sebenarnya sudah mampu menghalau paparan sinar matahari. Menurut Leo Saputra, SE, MM, Marketing Manager HeatGard mengatakan material genting pada atap sudah dilengkapi formula anti-panas, sehingga tanpa dilapisi cat anti-panas pun, genting sudah mampu memantulkan sinar matahari. Material lain yang dapat menyerap panas adalah genting berbahan tanah liat dan beton. Beda halnya dengan material atap berbahan asbes dan seng, bahan ini bukanlah jenis isolator yang baik sehingga dapat membuat ruang di bawahnya terasa panas. Jika terpaksa menggunakan seng, lapisi bahan asbes dan seng dengan cat pelapis anti-panas untuk mengurangi panasnya.

Kesan Sejuk pada Interior

Berbeda dengan warna dinding eksterior dan lantai teras, aplikasi warna pada interior ruang hanya memberikan kesan psikologis pada si penghuni rumah. Setelah suhu ruangan berhasil diturunkan dengan warna-warna pada bidang tersebut, warna interior hanyalah menjadi aspek pendamping. Pemilihan warna pada interior bisa disesuaikan dengan mood yang ingin diciptakan, mengingat setiap warna memiliki pengaruh yang berbeda beda.

Merah misalnya, bisa menciptakan kesan gairah dan semangat dalam ruangan, putih dapat memberikan kesan terang dan lapang, sedangkan hijau dapat memberikan kesan sejuk. Pemilihan warna interior ini juga dapat disesuaikan dengan fungsi ruang, misalnya ruang tidur dengan warna biru agar memberikan kesan tenang dan rileks atau kamar bayi dengan warna pastel agar lebih tenang dan lembut.

Elemen Warna Bedakan Interior Dan Eksterior

Aspek warna dalam menciptakan kesan sejuk bukan sekadar aplikasi semata. Lewat pemilihan warna yang tepat, si mungil pun akan terasa sejuk. Ren Katili, arsitek dari biro Arsitektropis, membenarkan efek warna dapat memberikan kesan sejuk dan nyaman di rumah mungil. Namun, penggunaan warna tersebut haruslah disesuaikan dengan lokasi dan penempatannya, misalnya dibedakan antara area interior dan eksterior rumah. Perbedaan warna ini penting karena setiap warna memberikan efek yang berbeda beda pada ruangan.

Baca juga : Jual Genset Bali

Elemen warna pada interior maupun eksterior akan memberikan dua kesan, yakni kesan secara psikologis dan kesan sesungguhnya. Kesan psikologis dapat dirasakan melalui pemilihan warna-warna pada interior, sedangkan kesan sesungguhnya ditimbulkan dari pemilihan warna eksterior. Menurut Ren, menurunkan suhu ruangan di dalam rumah dapat dilakukan lewat pemilihan warna eksterior yang tepat. Berikut ini tip-tip memilih warna yang pas untuk diaplikasikan di area eksterior dan interior.

Warna Cerah pada Eksterior

Layaknya memilih warna pakaian luar, rumah pun perlu perhatian dalam hal memilih warna eksterior. Sama halnya seperti pakaian luar, penggunaan warna-warna terang akan memantulkan paparan sinar matahari pada dinding luar. Dinding memiliki pori-pori yang nantinya akan merambatkan panas matahari ke dalam ruangan.

Penggunaan warna-warna gelap akan mudah menyerap panas sinar matahari antara 70%-90%. Pilihlah warna warna cerah seperti putih, kuning mustard, dan warna cerah lainnya agar suhu panas di dalam ruangan dapat diminimalisasi. Bila ingin memadukan dengan material lain, pilih jugalah yang berwarna terang. Penggunaan warna yang tepat akan membantu menurunkan suhu dalam ruangan.

Sentuhan Warna Gelap untuk Lantai Teras

Bertolak belakang dengan warna cat dinding pada eksterior, pemilihan warna untuk lantai teras haruslah yang gelap. Ren menjelaskan paparan sinar matahari tidak hanya mengenai dinding eksterior rumah, lantai teras pun ikut terpapar. Pada sore hari misalnya paparan sinar matahari akan mengenai lantai teras. Bila lantai tersebut menggunakan warna terang maka panas matahari akan terpantul dan masuk ke dalam rumah sehingga menaikkan suhu ruangan. Selain menggunakan warna-warna gelap, Anda bisa mengaplikasikan material lain seperti batu alam atau kayu agar terlihat lebih dinamis.

Mainkan Warna pada Aksesori dan Lengkapi Rumah dengan Genset

Mainkan Warna pada Aksesori dan Lengkapi Rumah dengan Genset. Harga genset murah untuk rumah tangga bisa didapatkan melalui DIstributor Jual Genset Jakarta resmi yang memberikan potongan harga yang bisa dinegosiasikan.

Sedikit bermain warna pada pengisi interior akan membuat tampilannya semakin catchy dan stylish. Mainkan warna pada alas (batalan kursi ) dengan motif ?ower atau warna-warna lembut seperti hijau pastel atau pink pastel. Sarung bantal pun demikian, bila menggunakan sofa dengan warna putih atau soft, gunakan warna kontras yang dapat menghidupkan suasana lembut ruangan. Misalnya, warna-warna neon yang terang dan cerah pada sarung bantalnya. Dijamin, dengan permainan warna yang harmonis, interior Anda tidak akan terkesan monoton.

Biarkan Dinding Bergaya

Agar kesan nyaman dan hangat makin terasa di ruangan pastel Anda, coba tempelkan hiasan di dinding. Jangan biarkan dinding Anda tampil kosong tanpa aksesori. Dinding dapat dibingkai dengan aksesori-aksesori yang dipilih berdasarkan tema ruangan. Jangan Aplikasikan warna solid (terang) sebagai pendamping warna cat dinding, karena justru warna solid tersebut yang akan menjadi main of interest dari ruangan Anda. Selain itu, pelapis dinding juga menjadi salah satu cara untuk membuat dinding Anda tampil gaya.

Gunakan Cermin atau Kaca

Penggunaan cermin akan memberikan kesan lapang dan luas pada ruangan. Material ini juga sangat cocok diaplikasikan sebagai hiasan dinding untuk interior pastel Anda. Diana Nazir juga menambahkan, kaca atau cermin akan memberikan efek ringan pada ruangan.

Sisipkan si Putih

Sebagai warna dasarnya, putih, akan memberikan kesan lebih hidup pada nuansa interior pastel. Si putih akan memberikan aksen tersendiri. Warna ini dapat disisipkan di mana pun, entah di aksesori, furnitur, atau ambalan.

Tambahkan Elemen Kayu Berikan sentuhan kayu pada furnitur Anda. Gunakan warna kayu yang sangat muda, misalnya kayu sungkai, pinus, atau white oak. Tone yang ringan dan alami, membuat elemen kayu tampil manis dalam balutan interior warna pastel. Kayu juga dapat diaplikasikan pada aksesori lain misalnya, bingkai foto, bingkai lukisan, atau aksesori lainnya.

Tambahkan Elemen Kayu Berikan sentuhan kayu pada furnitur Anda. Gunakan warna kayu yang sangat muda, misalnya kayu sungkai, pinus, atau white oak. Tone yang ringan dan alami, membuat elemen kayu tampil manis dalam balutan interior warna pastel. Kayu juga dapat diaplikasikan pada aksesori lain misalnya, bingkai foto, bingkai lukisan, atau aksesori lainnya.