Category Archives: Uncategorized

Planetary Mixer atau spiral mixer? Mari kita bandingkan kelebihan dan kekurangannya

Serviamo.id – Mixer roti inovatif telah mengubah cara membuat adonan roti bagi koki pastry, pembuat roti, koki profesional dan koki pizza, tetapi juga ibu rumah tangga dan juru masak amatir tidak bisa tidak segera memikirkan mixer yang terkenal itu. Dengan munculnya alat ini, pekerjaan di dapur menjadi lebih cepat dan menyenangkan.

Selamat tinggal kelelahan yang berlebihan mengadoni adonan roti. Dengan mixer roti inovatif. Sekarang ini, menyiapkan roti, pasta, pizza, dan makanan penutup adalah hal yang mudah: cukup masukkan bahan ke dalam mangkuk/bowl, tekan tombol Start dan uleni adonan hingga siap untuk dipanggang.

Dalam beberapa tahun terakhir, mungkin juga berkat banyaknya program memasak di televisi yang mendorong semakin banyak orang menjadi bersemangat tentang seni memasak, pembelian mixer  roti telah meningkat pesat, tidak hanya untuk penggunaan profesional tetapi juga untuk penggunaan di rumah. Dan juga telah terjadi peningkatan dalam jenis dan model yang tersedia bagi pembeli yang, dihadapkan pada berbagai macam, tidak tahu mana yang harus dipilih: mixer planetary atau spiral mixer.

Kami akan mencoba untuk mengklarifikasi, dengan fokus khususnya pada mesin yang paling sering digunakan, yaitu pencampur adonan planetary mixer dan pencampur adonan spiral mixer.

Kami membandingkannya dan menggambarkan kelebihan dan kekurangannya.

Planetary Mixer

Apa itu pencampur planet dan bagaimana cara kerjanya?
Planetary adalah perangkat yang fungsi utamanya adalah menguleni dan mencampur bahan – bahan dan adonan. Istilah planetary mengacu pada jenis gerakan orbital yang dibuat mesin, mirip dengan rotasi planet. Dalam pengaduk planetary, pengocok berputar pada porosnya dan di sekitar tengah mangkuk, sehingga mencapai setiap bagiannya.

Dilengkapi dengan pengocok, berbentuk sekop, dan kait.

Planetary mixer sangat cocok untuk mengerjakan adonan dalam jumlah besar sekaligus dan untuk mencampur adonan yang mengandung ragi.

Cara menggunakan pengaduk planet sangat sederhana. Setelah semua bahan dimasukkan ke dalam mangkuk, cukup aktifkan alat mulai dari kecepatan paling lambat lalu tingkatkan secara bertahap.

Pengaduk Adonan Spiral Mixer

Digunakan baik dalam kegiatan membuat roti untuk artisan bakery, industri maupun rumah tangga, spiral mixer adalah mesin yang mencampurkan tepung dengan air, ragi dan bahan lainnya.

Pengaduk spiral terdiri dari kisi pelindung, bak, dari baja dan berbentuk silinder, yang dapat dari jenis tetap, dapat dilepas atau dimiringkan, dan spiral baja yang merupakan organ kerja utama. Yang membedakan mesin ini dari planet adalah gerakan ganda. Faktanya, mangkuk, yang berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam pada porosnya selama fase pencampuran, dan spiral yang berputar di sekitar sumbu vertikalnya bergerak. Oleh karena itu, gerakan ganda ini memfasilitasi pengadukan, membuatnya lembut dan homogen (tercampur merata dan sempurna). Untuk memberikan elastisitas yang lebih besar pada adonan adalah kolom tengah tetap, yaitu lengan pemecah pasta yang memastikan bahwa campuran tidak menjadi satu blok.

Spiral mixer sangat direkomendasikan untuk adonan yang membutuhkan proses sangat lama, seperti adonan yang lembut, misalnya untuk roti atau pizza.

sumber : https://serviamo.id/mixer-roti/

Contoh Menu Buffet atau Prasmanan yang Sering Dipesan 

Fergara – Dalam membentuk sebuah acara kita tidak bisa lepas dan perlu memperhatikan hidangan yang harus disajikan kepada para tamu undangan . Hidangan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para tamu yang hadir. Semakin mewah dan semakin enak makanan yang disajikan, Semakin akan membuat tamu dan  sang pemilik acara senang. Maka dari itu kita perlu memperhatikan sajian makanan yang harus dihidangkan dan tidak boleh salah memilih menu tersebut. Menu itu sendiri harus sesuai dengan tema dan waktu acara kamu . Kamu harus dapat menyesuaikan apakah hidangan tersebut dapat dinikmati oleh tamu atau malah sebaliknya. Disini,  kami akan memberikan rekomendasi menu buffet  yang mewah dan disukai oleh banyak orang . Menu yang kami rekomendasikan ini juga tentunya akan  membuat kesan mewah dan elegan dari tamu kamu. Menunya sebagai berikut;

  • Menu Daging Ayam

Menu ayam merupakan menu yang paling sering disajikan . Tekstur yang tidak begitu keras dan harga yang cukup murah membuat banyak orang ingin memesan jenis hidangan ini . Ayam ini sendiri mudah diolah menjadi masakan apapun . Biasanya orang memesan ayam rica-rica,  ayam goreng mentega , ayam balado , opor ayam , ayam kremes , dan juga ayam panggang kecap. 

  • Menu Ikan

Indonesia merupakan negara yang sebagian besar daerahnya adalah perairan. Hal ini tentunya membuat masyarakat sering menangkap ikan untuk dikonsumsi.

Baca Juga : Nasi Kotak

Hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki masakan dengan berbahan dasar ikan . Ikan sendiri memiliki harga yang bervariatif , mulai dari harga yang pas dikantong hingga harga ikan yang bisa bikin kantong jebol. Masakan ikan yang paling sering disajikan adalah Ikan Bakar Dabu Dabu, Ikan Rica Rica, Ikan Sambal Matah, dan ikan gurame asam manis.

  • Menu Daging Sapi

Menu daging sapi cukup populer di setiap acara. Tekstur yang khas membuat daging sapi selalu cocok dijadikan masakan apapun . Menu yang paling sering dipesan adalah Sapi Lada Hitam , Sapi Cah Cabai Hijau , Sapi Rica Rica , Bistik Sapi , Rendang Daging , Semur Daging , Sapi Kari Kentang dan Rolade Sapi Saus Napolitan. Harga dari masakan daging sapi ini cukup mahal , tapi cukup worth lah buat acara kamu yang ingin memberikan kesan mewah dan elegan. 

  • Menu sate

Sate sering sekali dijadikan sebuah hidangan yang bernuansa mewah dan elegan . Sate ini sendiri memiliki berbagai varian bumbu dan olahan. Yang paling sering adalah Sate kambing dan sate ayam madura, kemudian sate lilit, sate taichan , bahkan sate yang strawberry yang dilumuri coklat. Sate ini juga biasa dipadukan dengan lontong ataupun ketupat , tergantung dari daerah asal masakan tersebut.   Sate ini sendiri memiliki harga yang cukup bervariasi. Jika kamu ingin menekan budget  kamu bisa menggunakan sate ayam saja .

  • Menu Sayuran

Menu Buffet tidak akan pasa tanpa ada olahan sayuran didalamnya. Seperti yang kita ketahui bahwa makanan yang dihidangkan juga perlu melihat aspek nutrisi. Serat sayuran ini dapat memenuhi nutrisi kepada para tamu kamu yang mungkin sudah memakan makanan kurang sehat . Sayuran juga merupakan menu makanan yang terbilang murah. Kamu dapat memesan menu sayuran seperti Karedok Gado Gado, Capcay Goreng, Buncis Lada Garam, Buncis Masak Pedas, Asinan Jakarta, Rujak Pengantin, Fruit Salad Caesar Salad.

  • Menu Nasi Goreng

Menu nasi goreng sudah wajib ada dalam acara berteman prasmanan ataupun acara pernikahan. Makanan ini merupakan santapan lezat yang dapat dimakan pada saat apapun. Walaupun makanan ini banyak karbohidratnya, makanan ini selalu bisa dijadikan makanan andalan disaat kita bingung makan apa. Nasi goreng sendiri cukup dikenal oleh dunia . Hal ini membuktikan bahwa banyak orang yang senang dengan menu nasi goreng . Kamu bisa memesan menu Nasi Goreng Kampung,  Nasi Goreng Ayam, ataupun Nasi Goreng Kambing. 

  • Menu Pokok

Menu pokok ini merupakan menu yang biasanya optional. Kamu bisa memilih salah satu makanan ini , karena makanan ini mungkin tidak selera semua orang tapi dengan harga yang murah kamu bisa mengkombinasikan makanan berikut untuk jadi makanan pelengkap. Menu nya pokok tetap makanan pelengkap ? ya , karena lebih banyak orang menyantap lauk dari pada makanan ini , makanan ini adalah Bakmi Goreng Jawa, Bakmi Goreng Ulang Tahun, Soun Goreng, Kwetiau Goreng, Bihun Goreng, Spaghetti/ Fettucini/ Penne (Saus Bolognaise/Carbonara/Marinara),  Spaghetti Ala Thailand.

  • Menu Sup

Menu ini masuk dalam kategori appetizer . Dimana makanan ini seharusnya menjadi makanan pembuka sebelum menyantap makanan pokok lainya. Sup sendiri makanan yang cocok dipadukan dengan makanan apapun . Tekstur yang basah biasanya cocok disiram diatas nasi panas ataupun nasi  goreng yang membuat segalanya bercampur menjadi satu. Sup yang bisa jadi bagian di acara kamu yakni Sup Asparagus Ayam,  Sup Asparagus Kepiting, Sup Bakso Keraton,  Sup Kimlo,  Sup Jagung Ayam,  Sup Makaroni,  Sayur Asem,  Chicken Cream Soup,  Cream Corn Soup. 

  • Menu Dessert

Makanan penutup merupakan hidangan wajib . Setelah makan hidangan berat , kita perlu melancarkan pencernaan serta membuat bibir  tersenyum kembali. Hal ini disebabkan bahwa dessert dipercaya dapat menumbuhkan kembali mood yang hilang. Kamu akan merasa nyaman dan sedikit bahagia setelah memakan santapan yang manis. Dessert yang kamu pesan ini memiliki banyak macam , seperti buah , puding , es campur , kue , cookies , ataupun minuman tradisional seperti es cendol , dll.

  • Menu Minuman

Pasangan dari sebuah makanan adalah minuman. Tentunya kita perlu menyiapkan minuman sebagai pelengkap dari makanan yang sudah masuk kedalam perut. Hampir sama seperti dessert , minuman juga dapat melancarkan pencernaan. Biasanya minuman yang disediakan di sebuah acara adalah berupa jus jeruk, jus mangga, jus jambu , soft drink,teh manis , lemon tea dan air putih 

Berikut adalah menu-menu prasmanan ataupun buffet yang sering sekali dipesan. Kamu bisa menggunakan referensi ini jika ingin membuat sebuah acara yang megah dan mewah. Kami juga ingin merekomendasikan kamu catering yang menawarkan hidangan mewah dengan cita rasa Nusantara, cita rasa Oriental , maupun cita rasa Western. Kamu bisa memesan makanan itu semua melalui Catering dari https://fergara.org/catering-prasmanan/ .

Semoga refrensi ini bisa bermanfaat untuk acara yang kamu rencanakan. Kamu bisa menggunakan ataupun menambah dari referensi lain agar acara kamu mendapatkan kesan yang baik dari tamu kamu!

Ditengarai ada Intervensi untuk Memenangkan Produk

THALESGROUP.COM, silitas industri serta sumber daya manusia Indonesia belum mendukung. ”Kami harus logis menghadapi situasi seperti itu.” Toh, catatan negatif itu tak menghentikan laju Thales menyodorkan produknya. Setelah menang tender lima unit Master T, Thales kembali ikut tender empat unit radar pada April tahun lalu. Pengadaan ini masuk Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pertahanan 2010-2014 dengan anggaran US$ 114 juta. Selain Thales, berdasarkan salinan dokumen penawaran tender yang diperoleh Tempo, terdapat delapan perusahaan lain yang ikut.

Baca Juga : kota-bunga.net

Seorang pejabat yang terlibat dalam pengadaan radar mengatakan Thales bisa mendapat perlakuan istimewa lantaran didukung seorang pejabat TNI Angkatan Udara. Campur tangan pejabat ini dilakukan saat diskusi pemilihan spesifikasi teknis dan kebutuhan operasional radar di Angkatan Udara. Spesifikasi kebutuhan kemudian diusulkan Angkatan Udara ke Kementerian Pertahanan. ”Pilihannya selalu mengarah ke produk Thales,” katanya.  Sang perwira tinggi, menurut pejabat tadi, membantu Thales menang dalam tender lima unit Master T pada 2006-2012.

Dia juga aktif mengegolkan proposal Thales dalam tender enam radar pada April tahun lalu. Tapi kala itu tender dibatalkan tujuh bulan setelahnya. Sumber ini mengatakan pejabat Angkatan Udara itu ikut bermain dalam pembatalan tender. ”Tender digagalkan karena upaya mendorong Thales tak berhasil,” katanya. Sekretaris ketua panitia pengadaan saat itu, Kolonel Budi Prasetyono, membenarkan tender empat unit radar batal pada November 2015. Tapi, menurut dia, penyebabnya lantaran tak ada peserta tender yang bisa memenuhi persyaratan spesifikasi dan kebutuhan Angkatan Udara. ”Tender gagal dan diulang di renstra berikutnya,” ujar Budi. Direktur CITAC Ahmad Riyad memastikan Thales ikut tender ketika itu. ”Kami tak bisa memenuhi syarat terkait spesifikasi.”

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Wieko Syofyan mengakui instansinya menyampaikan usul spesifikasi kebutuhan radar ke Kementerian Pertahanan. Usul itu memang mengarah ke produk Thales. ”Itu yang dibutuhkan, cocok dengan medan kita, dan terbukti cukup baik,” katanya. Tapi Wieko membantah kabar adanya campur tangan perwira tinggi Angkatan Udara untuk memenangkan Thales. Ahmad Riyad juga menyangkal anggapan bahwa Thales dibantu seorang petinggi Angkatan Udara. ”Semua melalui tender.”

Di Kementerian Pertahanan, tender pengadaan radar yang sempat tertunda itu kembali masuk Rencana Strategis 2015- 2019. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Djundan Eko Bintoro mengatakan ada penambahan enam radar untuk mengejar kebutuhan ideal 32 unit. ”Sekarang masih proses pengadaan,” ujarnya. Ada lima perusahaan yang ikut tender. Salah satunya Thales Raytheon System. ”Menang atau tidak, kami belum tahu, dong,” kata Ahmad Riyad.

Pengadaan Radar Pertahanan Udara

Kerja sama Indonesia-Thales dimulai sejak 1959. Produk terakhir yang dibeli adalah lima unit Master T pada 2006-2012. Adapun tujuh radar lain diproduksi perusahaan asal Inggris, Siemens Plessey. Menurut seorang perwira TNI, performa delapan radar buatan Thales sudah menurun lantaran dimakan usia. Salah satunya, daya jangkau pancaran yang rendah. Selain itu, teknologi Thomson usang. Thomson, antara lain, mulai kehilangan kemampuannya sebagai primary surveillance radar (PSR). ”Kemampuan PSR mulai lemah. Tinggal sepertiganya.” Thomson cuma bisa berfungsi sebagai secondary surveillance radar (SSR).

Padahal, idealnya, radar pertahanan udara punya kemampuan primary dan secondary surveillance sekaligus. Primary surveillance berfungsi menangkap sinyal pesawat militer dan komersial. Sedangkan secondary surveillance cuma bisa menangkap sinyal pesawat komersial. Pesawat komersial menggunakan transmitter responder sehingga terdeteksi. Adapun pesawat militer tidak menggunakan perangkat sinyal otomatis itu. Menurut perwira tadi, pemeliharaan mengalami kendala karena Thales mengunci akses perangkat keras dan lunak radar serta mematok harga suku cadang yang tinggi. ”Semuanya diblok,” katanya. Selama kurang-lebih 50 tahun, Thales juga menutup pintu transfer teknologi untuk Indonesia. Bukan hanya itu, lima unit Master T yang dibeli pemerintah dari Thales pada 2006-2012 ternyata tak diproduksi lagi oleh perusahaan tersebut. Pada 2006, Thales sudah mulai menjual radar baru tipe GM400. ”Kita beli barang cuci gudang.”

Wakil Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan Eris Heriyanto membenarkan tiadanya transfer teknologi dari Thales. ”Saat itu memang tak dipersyaratkan,” katanya.  Tapi, menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2010- 2013 itu, Undang-Undang Industri Pertahanan saat ini memaksa produsen melakukan transfer teknologi supaya industri lokal bisa mendukung pemeliharaan radar. ”Sekarang kami menuntut itu.” Eris membantah rumor bahwa pemerintah membeli barang cuci gudang dari Thales. Kepada Tempo, Thales, melalui perusahaan rekanan di Indonesia, PT CITAC, menyangkal mengunci segala akses radar buatannya dan mempersulit suku cadang. ”Bagaimana TNI mengoperasikannya kalau kami kunci?” ujar Direktur CITAC Ahmad Riyad. Soal tak ada transfer teknologi, itu dilakukan Thales karena kemampuan dan faTHALES GM 40.

Pentingnya Industri Olahan dan Manajemen Stok

Cabai termasuk salah satu komoditas hortikultura yang kerap menyumbang inflasi. Harganya sangat berfluktuasi dengan kesenjangan yang dalam. Harga di tingkat petani pernah sampai tinggal Rp2.000-an per kg hingga petani tidak mau memanen cabainya di kebun. Dan sebaliknya pernah melambung ke angka Rp40 ribuan per kg sehingga di tingkat konsumen mencapai hampir Rp100 ribu per kg.

Padahal secara jumlah, produksi cabai nasional mencukupi, tetapi sebaran produksinya setiap bulan tidak merata. Masih ada bulan-bulan “kosong” yang memicu gejolak harga. Misalnya tanam saat penghujan mulai November hingga Maret. Panen berlangsung sampai Juli. Agustus kosong karena tidak ada air. Inilah perlunya pemerintah memberi bantuan pompanisasi. Karena itu pemerintah cq Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, bekerja keras untuk meng atasi permasalahan kronis tersebut.

Misalnya melalui pengaturan waktu tanam di sentra-sentra produksi dan memberikan bantuan sarana pengairan sederhana kepada petani agar mau bertanam saat kesulitan air. Untuk perbaikan produktivitas, masih banyak yang perlu dilakukan untuk petani. Tidak sebatas memberikan bantuan bibit, tetapi juga bantuan teknologi. Perlulah memodernisasi cara mereka berbudidaya. Tidak usah yang mahal, mulailah dengan plastic house dulu. Kita positive thinking saja, kita berharap semoga apa yang dilakukan teman-teman dari Kementerian Pertanian dengan langkah dan strategi mereka bersama anggaran yang sudah dikucurkan betulbetul bisa memberikan, satu: bagi konsumen, tidak akan menerima gejolak harga yang signifikan, dua: untuk petani, bisa menikmati harga yang reasonable, sedikit lebihlah dari hari-hari biasa.

Dukung Industri Olahan

Sebenarnya cabai bukan cuma urusan Kemen terian Pertanian, tetapi juga menyangkut Kemen terian Perdagangan dan Perindustrian, bahkan sekarang tambah Bulog. Saat ini pemerintah kita kurang koordinasi dan masih terjadi ego sektoral dalam menangani cabai. Ini harus ada wasitnya supaya petani tidak menjadi korban karena ketidakpastian pasar. Ketidakpastian tersebut antara lain dipicu oleh fakta bahwa cabai dijual petani sebanyak 99% dalam bentuk segar. Di sisi lain industri pengguna cabai, khu susnya produsen mi instan, melakukan impor ca bai bubuk sekitar 1.100 ton/tahun atau setara 9.000 ton/tahun (30 ton/hari) cabai segar. Padahal permintaan terhadap mi instan cenderung naik terus.

Berarti ini ada peluang untuk memproduksi cabai bubuk. Namun saat ini peluang tersebut malah di nikmati petani India dan Tiongkok. Industri kita tidak mau membeli produksi lokal (untuk cabai bubuk) karena harga cabai dari petani mahal. Harus dikaji mengapa India murah? Apakah memang dikonsumsi manusia atau bahan reject di India? Apakah itu barang disubsidi habis-habisan di sana? Jangan pula petani kita dipaksa mengikuti standar harga India.

Penulis setuju industri makanan minuman kita harus maju, tetapi petani kita harus dilindungi dan industri dikasih bantuan. Jangan sampai hanya memikirkan industri lantas bebas impor karena lebih murah. Lebih murahnya ini kenapa dicari dulu sebabnya. Jangan-jangan ini “sampah” di India atau di sana kelebihan stok lalu dibeli pemerintahnya lalu diekspor ke Indonesia daripada tidak laku. Ini harus dikaji mendalam. Pemerintah harus mampu menggerakkan industri saus nasional untuk mengurangi atau menyetop impor cabai. Selama ini pengolah cabai masih didominasi industri besar. Padahal produksi saus dan bubuk cabai tidak perlu teknologi tinggi, tetapi mutlak harus dijaga higienisitasnya.

Jadi, sebaiknya pengembangan produk olahan cabai tidak bertumpu pada industri besar saja, tetapi juga manfaatkan UKM dengan dukungan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk mengembangkan pasar cabai olahan, kita juga perlu mengubah mindset (cara pikir) masyarakat. Jangan setiap hari hanya menginginkan cabai segar. Konsumsilah sambal, bubuk cabai, cabai kering, atau cabai beku. Seperti di Jepang, masya rakat sudah terbiasa menggunakan cabai kering. Bila ingin membuat sambal, rendam dulu dengan air panas, setelah lunak baru digerus. Masih pedas rasanya. Sejauh ini sudah ada beberapa pelaku UKM yang memproduksi sambal siap santap. Tapi ini perlu lebih dikembangkan lagi. Petani juga bisa diajak memutar roda ekonomi di daerah setempat dengan membangun kemitraan bersama perusahaan kecil. Tentu dalam hal ini diperlukan dukungan kebijakan pemerintah.

Manajemen Stok

Dari sisi budidaya, kita harus mengadakan gudang penyimpanan berpendingin di dekat sentra produksi. Kalau panen raya tapi ada berlebihan produksi, tidak usah langsung dikirim ke pasar. Disimpan saja di gudang tersebut. Lalu, kita juga harus memperbaiki manajemen stok di pasar.  Misalnya, berapa kebutuhan pasar di Jakarta, terutama Pasar Induk Kramatjati per sehari. Komunikasikan hal ini ke pemerintah daerah sentra cabai dan buat kesepakatan tentang kuota pasokan masing-masing daerah (kuota). Katakan hari ini Jawa Barat hanya boleh masuk 80 ton, Jawa Timur 80, Jawa Tengah 40 ton. Pedagang atau seseorang yang berangkat dari Jateng harus membawa barang dengan legalisasi (distempel) bahwa barang itu benar dari Jateng lewat stasiun agribisnis mereka di sana.

Kalau sudah masuk 40 ton, tidak boleh masuk lagi. Sebaliknya kalau hari ini Jabar dikasih jatah 80 ton boleh masuk ke Pasar Induk Kramatjati (PIKJ), tetapi ternyata tidak mampu, minimum dua hari sebelumnya sudah menyampaikan ke pihak pengelola pasar DKI Jakarta bahwa mereka hanya bisa suplai misalnya 60 ton dan terjadi kekurangan 20 ton. Untuk mengatasi kekurangannya, pengelola pasar DKI mengeluarkan stok yang ada di pasar. Nah, di sinilah PIKJ kita harus diperbaiki. Kita bisa lihat contoh di Singapura atau Melbourne (Australia), buka dari jam empat subuh sampai jam sem bilan pagi. Jam sembilan tutup, lebihnya masuk gudang berpendingin. Dengan manajemen stok seperti itu, harga akan stabil. Jangan lagi begitu harga naik, dibilang ulah mafia. Di sinilah peran pemerintah duduk bersama stakeholderlain. Pemerintah terdiri dari Kementerian Pertanian, Perdagangan, dan Perindustrian (ka rena industri menggunakan bahan baku, jadi tidak usah impor) juga pemda. Libatkan juga organisasi petani. Dari sana dapat diketahui kebutuhan industri makanan dan minuman Indonesia dan jumlah produksi riil cabai.

Khusus menghadapi hari-hari besar keagamaan, memang ada peningkatan permintaan sehingga perlu diantisipasi dengan melakukan pola tanam jauh-jauh hari. Dengan begitu, tambah an permintaan misalnya saat bulan puasa dapat terpenuhi. Terkait harga, berilah kenikmatan sedikit bagi petani untuk menikmati itu. Ibaratnya transportasi ada harga maksimal. Berikan harga di atas rata-rata tetapi tidak lebih dari 25%. Setelah manajemen stok, infrastruktur di pasar-pasar perlu diperbaiki. Perbanyak gudang-gudang berpendingin untuk menyimpan kelebihan pasokan cabai. Lalu sistem rantai pasok juga diperbaiki.

Kita harus memperkuat organisasi petani. Idealnya dalam bentuk koperasi, seperti di Jepang, Belanda, dan Inggris, koperasi mereka sangat kuat. Petani mereka makmur. Untuk membuat petani Indonesia makmur, mereka perlu diberdayakan. Mereka memerlukan bantuan modal kerja. DPR membuat peraturan perundang-undangan agar petani bisa menarik napas, misalnya dengan memberikan waktu dua tahun tanpa mencicil pinjaman modalnya dari perbankan. Dalam masa dua tahun itu, pemerintah memberikan subsidi bunga dan pinjaman, jadi tidak hanya subsidi bunga. Ini tugas Menteri Keuangan untuk mengaturnya. Bank Indonesia juga bekerja sama dengan bank-bank untuk mencegah human error dalam pelaksanaannya.

Sejahterakan Petani Lewat Kemitraan

Pemerintah menilai salah satu solusi menyejahterakan petani adalah dengan mengendalikan fluktuasi harga cabai. Fluktuasi yang menyebabkan inflasi ini di antaranya terjadi karena adanya permasalahan off farm, panjangnya rantai pasok dari petani hingga masuk ke pasar. Untuk memotong panjangnya rantai pasok, bisa dilakukan dengan menjalin ke mi traan, baik itu dengan pemerintah maupun swasta.

Baca Selanjutnya : kota-bunga.net

Terkait kemitraan itu, 1 Maret 2016, Dirjen Hortikultura, Spudnik Sujono menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan PT Gunung Agro Mas Lestari (GAML) di Solo. MoU ini ditujukan untuk menstabilkan harga cabai di Jakarta dan sekitarnya dengan memasok cabai ke Jakarta dan sekitarnya. Kemitraan dengan Avalis “Selama ini rantai pasok dari petani menuju pedagang besar terlalu panjang,” terang Pieter G. Tangka, Dirut PT GAML. Menurutnya, bandar pemasok dan pedagang besar/grosir di Pasar Induk merupakan dua agen yang sangat menentukan harga. “Semisal kedua pihak menentukan harga Rp20 ribu/kg, maka harga sampai ke konsumen sebesar Rp35 ribu/kg. Dan setelah menerima pembayaran, harga yang sampai ke petani ha nya Rp9.000/kg.

Jadi kalau harga tinggi di konsumen itu belum tentu harga tinggi juga di petani,” urainya. Avalis, menurut, Pieter berperan memangkas panjangnya rantai pasok yang terurai dari petani, penebas, pengepul, bandar pemasok hingga ke pedagang besar. Semisal pedagang besar membeli cabai dari avalis dengan harga Rp20 ribu/kg, maka petani juga akan menerima harga Rp20 ribu/kg. Avalis sendiri merupakan bagian atau kesatuan dari petani. Ia wajib mengeluarkan modal dalam rangka pembiayaan input produksi sehingga dibutuhkan juga MoU antara avalis dan petani. Sebagai avalis, Pieter menanggung seluruh biaya produksi, sedangkan petani cukup menyediakan lahan dan tenaga saja. Persentase pembagian hasil yang disepakati antara Pieter dengan petani adalah 50:50. Kemitraan dengan Industri Petani juga dapat bermitra langsung dengan industri pengolahan cabai. Salah satu kemitraan yang telah terjalin adalah antara PT Indofood dengan Kelompok Tani Bina Mitra Usaha Tani Horti – kultura “MultiAgro Makmur” di Jember.

Pola kemitraan perusahaan dengan petani juga memotong jalur distribusi yang panjang. Indofood memberikan pinjaman kepada kelompok taniuntuk modal produksi. David Tjiptahardja, perwakilan PT Indofood dalam diskusi terbatas tentang cabai Maret silam, mengatakan, pihaknya menjalankan kemitraan dengan petani sejak Februari 2009. Kesepakatan antara industri itu dengan kelompok tani meliputi harga, kualitas, kuantitas, dan kontinuitas, sistem dan kemitraan, dan kesepakatan waktu. Selain itu, petani harus menanam komoditas sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain menandatangani kesepakatan, Indofood melakukan pendampingan mulai dari sosialisasi proses penanaman cabai, perawatan, pemetikan, dan penyortiran yang baik. Petani juga diinformasikan tentang persyaratan higienis cabai untuk pengiriman ke pabrik. Sutrimo, Ketua Kelompok Tani MultiAgro Makmur mengakui, pendampingan di lapangan penting untuk dilakukan. “Kami juga diajari soal administrasi berorientasi bisnis. Ada keterbukaan harga,” ujarnya.