Dalam Ancaman Baja Tungku Induksi Bag2

Sejumlah akrobat regulasi disiapkan sebagai insentif bagi pabrik hasil relokasi untuk beroperasi. Kemudahan pembangunan pabrik di daerah-daerah yang mengabaikan regulasi sudah menjadi rahasia umum. Aturan tentang jarak minimal dengan tempat tinggal penduduk dan perlunya analisis mengenai dampak lingkungan sering diabaikan. Tak jarang ”insentif” janggal itu menimbulkan banyak protes keras dari masyarakat. Misalnya, pada September 2016, sebuah sekolah dasar di Mojokerto, Jawa Timur, mengalami kekurangan murid karena banyak yang keluar akibat terganggu polusi pabrik baja yang hanya berjarak 40 meter dari sekolah itu. Soal dampak lingkungan ini, yang paling mengkhawatirkan adalah langkah pemerintah mencoret slag baja dari golongan limbah bahan berbahaya dan beracun. Beleid ini memang menjadi ganjalan bagi pabrik relokasi Cina karena mengganggu pasokan bahan bakunya. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun menyebutkan steel slag merupakan hasil proses peleburan baja yang salah satunya menggunakan teknologi induction furnace.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *