Ditengarai ada Intervensi untuk Memenangkan Produk

Ditengarai ada Intervensi untuk Memenangkan Produk

THALESGROUP.COM, silitas industri serta sumber daya manusia Indonesia belum mendukung. ”Kami harus logis menghadapi situasi seperti itu.” Toh, catatan negatif itu tak menghentikan laju Thales menyodorkan produknya. Setelah menang tender lima unit Master T, Thales kembali ikut tender empat unit radar pada April tahun lalu. Pengadaan ini masuk Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pertahanan 2010-2014 dengan anggaran US$ 114 juta. Selain Thales, berdasarkan salinan dokumen penawaran tender yang diperoleh Tempo, terdapat delapan perusahaan lain yang ikut.

Baca Juga : kota-bunga.net

Seorang pejabat yang terlibat dalam pengadaan radar mengatakan Thales bisa mendapat perlakuan istimewa lantaran didukung seorang pejabat TNI Angkatan Udara. Campur tangan pejabat ini dilakukan saat diskusi pemilihan spesifikasi teknis dan kebutuhan operasional radar di Angkatan Udara. Spesifikasi kebutuhan kemudian diusulkan Angkatan Udara ke Kementerian Pertahanan. ”Pilihannya selalu mengarah ke produk Thales,” katanya.  Sang perwira tinggi, menurut pejabat tadi, membantu Thales menang dalam tender lima unit Master T pada 2006-2012.

Dia juga aktif mengegolkan proposal Thales dalam tender enam radar pada April tahun lalu. Tapi kala itu tender dibatalkan tujuh bulan setelahnya. Sumber ini mengatakan pejabat Angkatan Udara itu ikut bermain dalam pembatalan tender. ”Tender digagalkan karena upaya mendorong Thales tak berhasil,” katanya. Sekretaris ketua panitia pengadaan saat itu, Kolonel Budi Prasetyono, membenarkan tender empat unit radar batal pada November 2015. Tapi, menurut dia, penyebabnya lantaran tak ada peserta tender yang bisa memenuhi persyaratan spesifikasi dan kebutuhan Angkatan Udara. ”Tender gagal dan diulang di renstra berikutnya,” ujar Budi. Direktur CITAC Ahmad Riyad memastikan Thales ikut tender ketika itu. ”Kami tak bisa memenuhi syarat terkait spesifikasi.”

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama Wieko Syofyan mengakui instansinya menyampaikan usul spesifikasi kebutuhan radar ke Kementerian Pertahanan. Usul itu memang mengarah ke produk Thales. ”Itu yang dibutuhkan, cocok dengan medan kita, dan terbukti cukup baik,” katanya. Tapi Wieko membantah kabar adanya campur tangan perwira tinggi Angkatan Udara untuk memenangkan Thales. Ahmad Riyad juga menyangkal anggapan bahwa Thales dibantu seorang petinggi Angkatan Udara. ”Semua melalui tender.”

Di Kementerian Pertahanan, tender pengadaan radar yang sempat tertunda itu kembali masuk Rencana Strategis 2015- 2019. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Djundan Eko Bintoro mengatakan ada penambahan enam radar untuk mengejar kebutuhan ideal 32 unit. ”Sekarang masih proses pengadaan,” ujarnya. Ada lima perusahaan yang ikut tender. Salah satunya Thales Raytheon System. ”Menang atau tidak, kami belum tahu, dong,” kata Ahmad Riyad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *