KPK Kembali Tahan Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi me nahan satu lagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara periode 2009-2014 dalam kasus suap DPRD Suma tera Utara. Elezaro Duha ditahan setelah menja lani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK kemarin. “ELD ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah.

Sebelum Elezaro, KPK telah menahan 10 tersangka dalam kasus yang sama. Mereka adalah lima anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, yakni Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, Hel miati, dan Muslim Simbo lon, serta lima anggota DPRD Sumatera Utara periode 2014-2019, yakni Rinawati Sianturi, Sonny Firdaus, Mustofawiyah, Tia isah Ritonga, dan Arifin Nainggolan.

KPK pada 3 April lalu mengumumkan 38 anggo ta DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi mem beri atau menerima hadiah terkait dengan fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sementara itu, 638 anggo ta DPRD Sumatera diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Su matera Utara Gatot Puji Nugroho. KPK menduga suap di berikan untuk memulus kan pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan per setujuan laporan pertang gungjawaban APBD 2012- 2014.

Selain itu, suap dibe rikan untuk membatalkan pengajuan hak interpelasi anggota DPRD Sumatera Utara 2015. Total duit dari Gatot diperkirakan Rp 61 miliar. Tiap anggota DPRD diduga menerima Rp 300- 350 juta. Lembaga antirasuah ke marin juga memanggil tiga anggota DPRD Sumatera Utara 2009-2014 yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Musdalifah (MDH), Tahan Manahan Panggabean (TMP), dan Pasirudin Dau lay (PD). “Belum ada infor masi mengenai MDH dan TMP.

Sedangkan PD, penasihat hukumnya, da tang membawa surat yang menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang sa kit,” kata Febri. Setelah di periksa, Elezaro enggan ber komentar soal kasus yang menjeratnya. “Tanya sama penyidik KPK.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *