Langkah Hamil Sehat

Langkah 1 : KONSUMSI MAKANAN BERNUTRISI SEIMBANG Bunda adalah satu-satunya sumber nutrisi si kecil di dalam kandungan. Untuk itu, dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar tercukupi kebutuhan akan zat-zat gizi bagi diri Bunda sendiri dan terlebih-lebih untuk janin yang sedang tumbuh dan berkembang di kandungan. Kekurangan nutrisi, baik makro (karbohidrat, protein, lemak) maupun mikro (vitamin, mineral), akan berdampak pada kualitas kesehatan Bunda sendiri dan anak yang dilahirkan kelak.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Nutrisi makro merupakan zat pembentuk tubuh dan sumber energi. Kurang nutrisi makro berpengaruh terhadap berat badan (BB). Bunda menjadi kurus dan lemas. Idealnya, kenaikan BB adalah 1–2 kg/bulan. Selain itu, suplai nutrisi dariBunda kepada janin juga akan berkurang, sehingga membuat janin memiliki BB tidak normal, pertumbuhan janin pun terhambat dan hal ini akan memengaruhi kecerdasannya juga. Bila kekurangan nutrisi mikro, utamanya zat besi dan asam folat, janin berisiko cacat. Satu dari dua ibu hamil di Indonesia menderita anemia (kurang darah), HB-nya kurang dari 10.

Studi yang dilakukan oleh SEAFAST Center IPB pada 2011 juga menunjukkan, lebih dari 60% ibu hamil memiliki asupan nutrisi mikro (seperti: zat besi, vitamin A, vitamin C, asam folat, dan seng) yang rendah. Maka itu, dokter obgin harus memberikan zat besi kepada ibu hamil. Jika tidak, ibu dan janinnya akan kekurangan gizi. Sedangkan kita tahu, gizi otak/IQ bayi itu sangat perlu sekali oksigen yang diperoleh dari darah/zat besi dan asam folat yang berperan dalam membantu mengurangi risiko Neural Tube Defect (cacat otak dan tabung saraf) pada janin.

Nah, untuk memenuhi kecukupan nutrisi ibu hamil, yang terpenting adalah harus makan teratur dan mengonsumsi makanan beraneka ragam dalam porsi seimbang. Jadi, jangan hanya mengonsumsi banyak karbohi drat (seperti: nasi, roti, kentang), tetapi juga harus mencoba bermacam-macam makanan sehat, yaitu sayuran hijau (kaya akan asam folat dan besi), protein dan lemak hewani (ikan, telur, daging) dan nabati (kacang-kacang an, minyak zaitun), serta buah-buahan. Bagaimana dengan susu? Susu dapat menjadi pelengkap nutrisi, terutama untuk para ibu hamil yang mengalami gangguan sehingga kurangnya asupan di trimester pertama akibat muntah, mual, dan tidak nafsu makan.

Umumnya, susu kehamilan sudah mempunyai komposisi yang baikuntuk ibu hamil, di antaranya zat besi (mencegah anemia, kelahiran dini, dan berat bayi lahir rendah), asam folat (berperan penting dalam pembentukan saraf dan otak janin), kalsium (berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi), dan asam linoleat alias omega-6 (bersama omega-3 berperan dalam pembentukan pembungkus saraf). Konsumsi segelas susu yang khusus untuk kehamilan bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *