Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas Bag3 bersama autotrade gold

Libatkan Warga untuk Jakarta Lebih Cerdas bersama autotrade gold – “Rencananya akan ditenderkan bulan depan (Agustus),” terang Setiaji kepada CHIP. “Untuk itu kami juga membutuhkan data scientist, namun di Indonesia belum ada kampus yang khusus mempelajari itu. Maka kemarin Pak Gubernur sudah memberi rekomendasi kepada universitas-universitas untuk mulai mempelajari bidang ini,” tambahnya. Untuk analisa seluruh data ini, Pemda DKI Jakarta juga akan membangun pusat komando. Jadi command center ,ini tidak seperti situs smartcity jakarta yang hanya memperlihatkan data. Dengan analisa, akan muncul pemahaman baru sebab akibat suatu masalah kota, sehingga bisa ditemukan solusi yang lebih tepat. “Rencananya tahun ini akan direalisasikan, Agustus mulai tender. Command center ini digunakan untuk pusat analisis dan koordinasi.

Diharapkan sudah bisa beroperasi pada 2018 untuk mendukung pelaksanaan Asean Games,” ujarnya lagi. Pengembangan Untuk menyusun perencanaan smart city, Pemda DKI Jakarta telah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Konsultan dari ITB inilah yang mempelajari tingkat kesiapan teknologi tiap SKPD. Dari situ lantas disusun prioritas. Berdasarkan studi ITB, bidang pendidikan memiliki kesiapan lebih baik, disusul bidang kesehatan. Untuk bidang pendidikan, nantinya akan ada sistem yang bisa mendeteksi bila ada fraud pada Kartu Jakarta Pintar (KJP) apakah berupa duplikasi atau hal lain. Selain itu warga juga bisa mengakses perpustakaan milik Pemda dengan e-library.

“Masih sedang proses, bentuknya nanti berupa aplikasi. Dari aplikasi itu, warga bisa meminjam buku elektronik selama tiga hari. Kami saat ini baru bekerjasama dengan Gramedia untuk membeli hak baca perpustakaan ini.” Untuk bidang kesehatan, nantinya Pemda DKI bisa mengawasi jumlah ketersediaan tempat tidur di tiap rumah sakit negeri. Sehingga pasien tak perlu keluar masuk rumah sakit ketika membutuhkan rawat inap. Ke depan, Setiaji juga berencana lewat situs smart city jakarta yang ditanganinya bisa digunakan untuk mengawasi proyek-proyek di Jakarta yang dibiayai oleh APBD. “Kami belum ada data peta spesifik, jadi mungkin akan diambil perwilayah,” terangnya. Untuk menertipkan pedagang kaki lima (PKL), rencananya juga akan dibuat smart PKL.

Sumber : https://teknorus.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.