Nasi Bertoping Menu Zaman Penjajahan

Apakah tahu menu ikan keumamah alias ikan kayu? Hidangan khas Aceh ini rasanya sungguh nikmat. Rinka Apsari, melalui usaha kuliner Lhoks.id mulai memperkenalkan menu khas ini sejak 2 tahun silam. Kata Rinka, menu khas asal Aceh Utara itu, dipilihnya karena ia ingin ikut mempromosikan kuliner asli dari provinsi paling ujung Sumatera itu lebih luas lagi. “Kuliner khas Aceh Selatan seperti mi aceh, sih, sudah banyak yang tahu,” ucap Rinka.

Tak hanya itu, menu ikan keumamah memiliki Lhoks.ID historis di balik sajiannya. “Ikan keumamah sudah jadi makanan sejak zaman penjajahan. Dulu, para pejuang Aceh mengasapi ikan hingga teksturnya mengeras seperti kayu dan bisa disimpan untuk persediaan pangan beberapa bulan ke depan,” kisahnya. Agar bisa dinikmati banyak kalangan, ia mengolah tekstur ikan menjadi lebih empuk.

Proses pengolahannya, ikan terlebih dulu dikukus lalu diasapi dengan kayu tertentu seharian. Ikan lalu dihancurkan dan ditumis bersama aneka rempah. Di Lhoks.id, ikan keumamah disajikan sebagai toping nasi putih hangat, disertai bakwan, sambal merah, plus selada dan 2 iris mentimun. Per porsinya Rp 35 ribu. “Lauk khas Aceh lainnya, ada daging siteleu dan ayam tangkap. Harganya Rp 35-40 ribu per porsi plus nasi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *