Penghapus Peta Laju Tembakau Bagian 2

Selama empat jam, peserta rapat ber bagi pendapat. Mereka umumnya khawatir target menaikkan produksi rokok pada akhirnya akan membahayakan anak-anak. ”Anak-anak dan perokok pemula selalu menjadi sasaran empuk,” ujar Hery. Ia mengutip data perokok usia 10-14 tahun yang meningkat 68,5 persen selama 2001-2013. Adapun perokok usia 15-19 tahun meningkat sekitar 37,3 persen. Berangkat dari kekhawatiran bersama, peserta rapat sepakat untuk mengirimkan teguran (somasi) kepada Menteri Perindustrian. Somasi pertama mereka kirimkan pada 4 Januari 2016.

Somasi mempertanyakan proyeksi produksi rokok yang diperkirakan berdampak pada naiknya jumlah perokok dan pencantuman kretek sebagai warisan budaya bangsa. Koalisi pun meminta Menteri mencabut peraturan tersebut. Setelah tenggat dua pekan terlewati, Koalisi mengirimkan somasi kedua pada 19 Januari lalu. Berbeda dengan somasi pertama, kali ini Kementerian Perindustrian sigap menanggapi. Kementerian mengundang perwakilan Koalisi pada 18 Februari lalu. Yang memenuhi undangan antara lain Kartono dan Hery. ”Wakil dari Kementerian berjanji menyampaikan aspirasi itu kepada Menteri,” kata Hery. Janji tinggal janji.

Lewat tiga pekan, Koalisi tak melihat sinyal positif dari Kementerian. Karena itu, pada 16 Maret lalu, mereka mengirimkan somasi ketiga, yang tak pernah mendapat balasan. ”Koalisi memutuskan menempuh jalur hukum,” ucap Hery. Koalisi kemudian meminta pandangan pengacara publik yang tergabung dalam Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia (Sapta). Pengacara yang dimintai pandangan antara lain Azas Tigor, Tubagus H. Karbiyanto, Julius Ibrani, dan Todung Mulya Lubis.

Penghapus Peta Laju Tembakau

AZAS ngetahui kabar baik itu tak langsung dari Mahkamah Agung. Seorang anggota staf kantor Forum Warga Kota Ja Tigor Nainggolan me- – karta (Fakta), yang rutin memantau situs MA, memberi tahu pengacara publik ini. ”Kasus uji materi kita menang,” kata Tigor menirukan anggota staf yang kegirangan, Selasa pekan lalu. Sekelompok pegiat pengendalian bahaya tembakau di Indonesia mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Agung pada April lalu.

Mereka menggugat Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63 Tahun 2015 tentang Peta Jalan Industri Hasil Tembakau 2015-2020. Tigor adalah salah satu dari 15 kuasa hukum dalam permohonan uji materi ini. Dalam aturan yang diteken Menteri Perindustrian Saleh Husin pada 10 Agustus 2015, produksi rokok Indonesia diproyeksikan naik rata-rata 5-7 persen dalam lima tahun.

Pada 2020, produksi rokok diproyeksikan menjadi 524,2 miliar batang, melonjak dari produksi 2015 yang hanya 398,6 miliar batang. Peraturan menteri itu mengejutkan kalangan aktivis yang peduli isu pengendalian tembakau. Koordinator Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Kebohongan Industri Rokok, Kartono Mohamad, yang pertama berbagi informasi soal peraturan menteri itu.

”Sangat mengejutkan. Tak ada negara di dunia yang ingin meningkatkan produksi rokok melalui peraturan perundangan,” ujar Widyastuti Soerojo, wakil Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, yang mendapat kabar dari Kartono. Menanggapi kebijakan tersebut, kalangan pegiat pengendalian tembakau segera merapatkan barisan. ”Akhir November 2015, kami menggelar rapat,” kata Hery Chariansyah, Direktur Rumah Kajian Advokasi Kerakyatan Indonesia yang juga sekretaris Koalisi Rakyat Bersatu, Kamis pekan lalu.

 

Memotret Cantiknya Bunga

Bunga yang indah dan segar, sering menjadi objek foto. Warna- warni bunga yang cemerlang memang menggoda mata untuk berlabuh dan merekamnya dalam sebuah foto. Berikut tips dari Darren Rowse (Digital Photography School).

Baca juga : harga iphone

  1. Sebelum memotret, pelajari bunga yang akan difoto. Ba gaimana memotong gambarnya, dengan mendekat atau sedikit menjauh. Apa titik paling me nariknya? Serangga yang hinggap, tangkainya, tekstur, warna, ben tuk, atau lainnya. Dari sudut mana foto akan diambil? Bagaimana arah cahaya? Berapa kedalaman foto yang diinginkan? Mana bunga terbaik yang bisa dipilih untuk difoto? Apa yang mengganggu di latar belakang dan depan? Posisi terbaik foto yang bisa diambil, horisontal atau vertikal?
  2. Memotret bunga identik dengan foto makro. Atur semua hal yang diperlukan, seperti tripod atau bersandar di benda kokoh, optical stabilization, scene makro, HDR, touch focus, hingga white balance dan ISO. Termasuk juga memilih waktu pencahayaan terbaik, yaitu hingga maksimal jam 10 pagi, dan jam 4 sore hingga magrib.
  3. Jangan pakai ­flash. Flash bisa memutihkan hasil foto dan menghilangkan detil. Foto yang berlebih cahaya lebih sulit diperbaiki daripada kekurangan cahaya.
  4. Bunga di kebun atau taman tentu berdampingan dengan objek lain yang mengganggu bunga yang akan dipotret. Mungkin ada peralatan berkebun, tanaman atau bunga lain. Putuskan benda mana yang akan dimasukkan dalam foto, dan mana yang harus disingkirkan.
  5. Membuang benda lain yang mengganggu dari target utama adakalanya merepotkan. Maka bisa dilakukan dengan cara lain. Cara termudah adalah pindahkan. Bisa juga berpindah sudut pengambilan foto (angle). Pakai zoom atau lebih mendekat ke objek agar benda lain tersebut tak nampak dalam foto. Jika ada, pakai scene makro agar bagian belakangnya tidak jelas (blur).
  6. Bersihkan bunga layu, atau daun di sekitar bunga yang mengering dan terkena hama. Itu bisa mengurangi komposisi foto.
  7. Bunga jarang sendirian. Di antara serangkaian bunga, tentukan bunga mana yang ter baik. Tak selalu harus di tengah, gunakan hukum Rule of Third.
  8. Terkadang, fokus ke bagian kecil dari bunga malah lebih menarik. Misalnya ke putik bunga, kelopak atau kuncup bunga.

Chef owner IKIKUE/ Finalis Masterchef Season 2 Bagian 2

Craftoflove.idCatering Pernikahan Jakarta. Untuk bagian kepala Doraemon yang bundar besar bisa menggunakan cake atau alternatif lainnya menggunakan bola styrofoam yang dilapisi aluminium foil. “Jadi tergantung kebutuhan. Bisa seluruhnya terbuat dari cake atau dimodifikasi,” jelasnya. Setelah cake dasar siap, lapisi kembali dengan ganache ke seluruh permukaan cake. Lapisan inilah yang nantinya akan membuat cake dan fondant dapat menyatu dengan baik, rekat, dan rapi sebagai selubung dasarnya (covernya). Bermain dengan fondan paling mudah menggunakan rolling pin agar bisa mencapai ketebalan khusus.

Baca juga : rebornmind.org

Agar tak mudah sobek, sebaiknya tebalnya fondan dibuat sekitar setengah sentimeter. Lalu untuk ukuran luasnya permukaan yang akan dicover atau ditutup fondan sebaiknya sudah diperhitungkan saat menggiling fondan agar dalam satu bahan tercover semua tanpa sambungan. Cara ini menghasilkan cake yang lebih rapi. Saat bermain fondan, Chef Beng menyarankan untuk memberi taburan tepung maizena sebelumnya sehingga fondan tidak saling menempel.

Baca juga : revogayahidup.com

Setelah itu, gulung lembaran fondan menggunakan pipa untuk memudahkan peletakan pada kue. Mulailah menutup dari salah satu sisi, sambil diputar pipanya ke arah yang lain hingga tertutup semuanya. “Setelah semuanya tertutupi dengan rapi, rapatkan pelan-pelan dengan tangan. Setelah itu, permukaan fondan siap dihias. Bisa ditambahkan dengan lapisan fondan warna-warni sesuai karakternya, atau diukir, dilukis hingga menggunakan airbrush,” jelasnya.

Menggunakan Struktur

Untuk cake yang lebih rumit dan berukuran besar, dibutuhkan struktur tambahan untuk menyangga cake dan fondan. Struktur ini bisa dibuat menggunakan kombinasi kayu, papan, besi, atau kawat. Kebutuhannya sangat ditentukan bentuk yang akan dibuat. Kayu atau besi umumnya digunakan sebagai tiang utama penyangga. Bisa ditambahkan papan untuk menopang cake utama.

Sementara kawat digunakan untuk menambahkan bentuk yang luwes, misalnya untuk membuat kaki, tangan, ekor, dan bentu k lainnya. “Tentu saja semuanya harus dilapisi dengan aluminium foil terlebih dulu sehingga higynitasnya terjaga,” ujarnya. Contohnya adalah cake berbentuk replika keranjang yang berisi ratusan bola golf seberat total 40 kilogram.

“Cake ini pernah saya buat dengan tinggi satu meter dan bobot 40 kilogram. Maka besi akan jadi penyangga yang tepat agar struktur kuat dan tidak runtuh,” ujarnya. Suhu penyimpanan cake dengan lapisan fondan sebaiknya berada pada suhu dingin dalam ruangan. Bukan di kulkas. Cara ini dapat membentuk konsistensi fondant sehingga makin kokoh.

Chef owner IKIKUE/ Finalis Masterchef Season 2

Ada Chef Beng Budiarso (35) yang mendalami teknik membuat dan mendekor kue-kue tiga dimensi. Kue yang berwujud replika suatu bentuk benda, hewan, maupun tokoh kartun ini begitu memiliki nilai jual tinggi asal tahu teknik membuatnya. Ahli pastry sekaligus Finalis Masterchef Indonesia season 2 ini berbaik hati membagikan ilmunya untuk berkreasi membuat cake tiga dimensi yang cantik.

Baca juga : Catering Jakarta Selatan

Cake tiga dimensi memang harus tampak kokoh, karena bentuknya merupakan replika benda atau tokoh kartun. Dasar cake yang digunakan tentu harus kokoh. Karena cake ini nantinya akan dibentuk dan ditutupi dengan dekorasi berbahan fondan yang cukup berat massanya. Saran Beng, pilihan brownis kukus atau butter cake sebagai dasar membuat cake tiga dimensi bisa jadi pilihan. Selain teksturnya lebih kokoh, cake jenis ini juga lebih mudah diukir untuk membuat bentuk khusus.

Tahap berikutnya perhatikan pula dimensi replika yang akan dibuat. Ukuran tinggi, lebar, bundar, atau kotak akan menentukan penggunaan jenis loyang untuk membuat cake agar lebih efisien. “Bisa dibantu dengan browsing gambarnya dulu, atau membuat pola dalam bentuk gambar. Hal ini penting untuk mengetahui postur, ekspresi, hingga kebutuhan warnanya,” imbuhnya. Selanjutnya, siapkan fondan sebagai bahan utama untuk melapisi kue. Lapisan fondan juga diperlukan agar cake siap dihias. Teknik hiasnya bisa dilukis, tempel, atau ukir.

Bahan dasar fondan umumnya dari gula, gelatin, glycerine, dan shortening,” urainya. Saat menyiapkan fondan, pastikan membagi komposisi fondan sesuai kebutuhan warna dan jumlahnya. Misalnya, ketika membuat cake 3D berbentuk doraemon, Chef Beng membutuhkan fondan untuk warna putih dan biru dalam jumlah banyak. Sisanya dalam jumlah sedikit berupa warna hitam, merah, dan kuning untuk bagian alis, hidung, serta baling-baling bambu. “Jadi kita harus bisa menghitung kebutuhan fondan dan warnanya sesuai bentuk karakternya,” terang pria kelahiran Semarang ini.

Menumpuk Cake

Sangat mungkin membuat cake yang ditumpuk karena tingginya dimensi replika yang kita butuhkan tak memungkinkan menggunakan satu cake. Jika membutuhkan bentuk khusus yang membutuhkan cake yang ditumpuk, Chef Beng menyarankan menggunakan ganache untuk merekatkan cake. Ganache bisa dibuat dengan mencampurkan cokelat leleh dan whipping cream dengan perbandingan 2 : 1. “Ganache lebih kuat berfungsi sebagai “lem” dibandingkan buttercream,” ujarnya.

Perlukah Menghitung Tendangan Bayi

sat-jakarta.com – Bagi mama dengan kehamilan berisiko tinggi, menghitung tendangan janin dapat membantu menemukan gejala-gejala awal terjadinya gangguan. Karenanya, banyak dokter meng anjurkan mamil menghitung tendangan janin sejak minggu ke-24 hingga 28 kehamilan. Untuk mamil dengan kehamilan normal, tak ada salahnya juga menghitung tendangan janin setiap hari.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Sebaiknya, hitunglah pada waktu janin berada dalam kondisi paling aktif, seperti setelah Mama makan, berolahraga atau aktif bergerak, atau di malam hari. Menurut Ameri can Congress of Obstetricians and Gynecologists, mamil akan merasakan 10 tendangan dalam 2 jam. Faktanya, janin mungkin menendang lebih sering, bahkan bisa 10 kali dalam 30 menit. Cara praktisnya? Begitu Mama sudah berhasil menghitung sampai 10, berarti tugas Mama sudah selesai. Selamat menghitung!

PROBLEM PAYUDARA Masuk trimester ke-2, sensitivitas payudara mungkin sudah menurun, namun ada perubahan lain yang perlu Mama antisipasi. Pertama, ukuran payudara yang semakin bertambah, sehingga Mama perlu berbelanja bra beberapa kali selama kehamilan. Selain itu, meningkatnya sirkulasi darah ke payudara juga akan berpengaruh terhadap kondisi puting dan daerah areola. “Ukuran akan semakin besar, warnanya juga semakin gelap. Ini akan bertahan hingga sepanjang sisa usia kehamilan,” kata Dawne Kirkwood, penulis buku Giving Birth to Me, The Guide to Birthing Your Dreams.

PAPARAN ARSENIK TERDETEKSI MELALUI PLASENTA Selama ini banyak peneliti menggunakan plasenta untuk menemukan dampak awal dari paparan timbel, merkuri, serta jenis logam berbahaya lainnya. Para ahli dari Darthmouth College lantas mencoba mencari kaitan antara kondisi plasenta dengan paparan arsenik, yang banyak berasal dari air minum. Ternyata, konsentrasi arsenik yang ditemukan di plasenta sesuai dengan kadar yang ditemukan cairan urine mamil, kuku kaki mamil, dan bayi setelah lahir, serta air minum yang biasa dikonsumsi. Hasil studi ini dimuat di Journal of Exposure Science and Environmental Epidemiology.

PERDARAHAN SETELAH HUBUNGAN INTIM, NORMALKAH? Meningkatnya aliran darah ke area serviks dan dinding vagina membuat pembuluh darah lebih mudah pecah saat Mama berhubungan intim. Jika perdarahan yang dialami termasuk tidak berbahaya, yaitu hanya berupa fl ek dan tidak disertai kram perut, maka tak ada yang perlu Mama khawatirkan. Untuk kenyamanan, baiknya Mama mencoba posisi berhubungan intim yang lain agar perdarahan tidak terjadi lagi. Namun, jika yang Mama alami adalah darah keluar mengalir, jangan anggap enteng, segera berkonsultasi dengan dokter, ya!

Dua Rumah dalam Satu Lahan

Demi adiknya, sang pemilik mengambil keputusan merenovasi rumah yang cukup ekstrem yaitu membagi fungsi massa bangunan menjadi 2 rumah. Ada waktunya pada saat di mana rumah yang memiliki ukuran besar terasa luas akan tetapi juga terkesan dingin. Di sisi lain, ada rumah mungil tapi mampu menghadirkan kehangatan keluarga dengan lebih maksimal. Alasan inilah yang membuat sebagian orang rela pindah dari rumah mereka yang lebih luas ke hunian yang lebih mungil.

baca juga : harga genset Yanmar

Ada juga memiliki alasan personal yang lainnya, seperti yang telah dilakukan oleh seorang bernama Shidiq Quantoro (30). Ingin mengajak adiknya tinggal bersama namun tetap mempertahankan privasi masing-masing keluarga, Shidiq merenovasi huniannya yang terletak di daerah Cirendeu, Jakarta Selatan, dengan permintaan yang cukup spesial terhadap Principal Architect If:d, Imron Yusuf. Luas lahan yang semula 240m2, kini dibagi 2 menjadi 120m2.

Sarat Kaidah Tropis

Bermula dari sebuah bangunan rumah yang keadaan fisiknya sudah tak memadai untuk ditinggali, bangunan ini direnovasi total dengan perubahan ekstrem pada organisasi ruangnya. Imron membangun 2 bangunan rumah dengan fasad yang menyambung, meski masing-masing rumah dipisahkan dengan dinding pembatas masif mulai dari area eksterior hingga interiornya. Satu satunya pembatas tak masif yang digunakan adalah pagar bambu yang memisahkan taman belakang kedua rumah ini.

“Saat dibutuhkan, pagar bambunya tinggal digeser. Praktis, kan?” ucap Shidiq, yang menjalani hidup berdua bersama dengan istrinya, Chikita Aprilianti (29), pada rumah di bagian sayap kiri. Lahan mungil tak membuat kreativitas Imron padam. Ia berhasil menciptakan hunian dengan segala kaidah bangunan tropis yang menunjang faktor alam. Void tinggi–sesuai permintaan Shidiq–dibuat pada ruang keluarga, sehingga udara panas dapat naik hingga plafon dan meminimalkan kesan sesak. Bukaan besar dan luas dihadirkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya.

Efisien dan Hemat Biaya

“Sesuai dengan semangat untuk mewujudkan low cost house, pada finishing arsitektural bangunan juga dibuat sesederahana mungkin dan seefisien mungkin, akan tetapi tanpa menghilangkan estetika dan kenyamanan bangunannya sendiri,” Imron menjelaskan. Bangunan yang memakan waktu pembangunan sekitar 7 bulan ini memang sebagian besar areanya memanfaatkan bahan dasar bangunannya sebagai finishing.

Misalnya, pada dinding bata ekspos yang juga menjadi dinding struktural untuk bangunan rumah, serta semen ekspos di bagian area lantai dan dinding. Meski menuntut kerapihan yang tinggi dalam pengerjaan, hunian bernuansa unfi nished ini berhasil merepresentasikan kebutuhan pemilik dengan sangat baik. Penghuni dapat menikmati suasana rustik yang alami pada setiap sisi rumahnya. Pada kesempatan lain, ia juga bisa untuk mengembangkan rumah ini menurut dari kebutuhan masa depannya dan sesuai konsep rumah tumbuh yang diakomodasi sang arsitek.

Setelah Bunda Jadi Birokrat

AUNG San Suu Kyi, putri pahlawan besar Aung San yang sudah berpuluh tahun menentang kediktatoran junta militer, kini berkelakuan layaknya birokrat di negeri otoriter. Bunda Suu menolak mengakui bahwa tentara Myanmar telah menembaki ratusan pengungsi Rohingya. Oktober lalu, 300 gerilyawan Islam radikal menyerbu tiga pos perbatasan di kota kecil Maungdaw di Rakhine utara, Myanmar, menewaskan sembilan polisi penjaga perbatasan dan merebut sejumlah amunisi.

Pembalasan datang bergulung gulung. Berpegangan pada analisis gambar satelit, kelompok Human Rights Watch mengumumkan temuannya: hampir seribu rumah hancur dan gosong—tanda pembakaran yang sistematis— di desa-desa Rohingya. Tapi, bulan ini, Komisi Rohingya bentukan pemerintah menegaskan tak ada pelanggaran hak asasi dalam kasus ini—senada dengan pernyataan Suu Kyi.

MELAWAN LANUN

Kota-Bunga.net P EMBEBASAN Abu Sayyaf hendaknya tidak mem buat kita lengah dan berlaku lajak. Sikap ini hanya membuat kita si buk menggembungkan dada sera sepuluh sandera- – – ya melupakan fakta bahwa masih ada empat warga negara Indonesia yang disekap kelompok separatis di Filipina selatan itu. Kapal tunda Brahma 12 dan bargas yang ditariknya dibajak kelompok Abu Sayyaf, 25 Maret lalu. Bermuatan 7.500 metrik ton batu bara, kapal itu sedianya akan dilayarkan ke Luzon, Filipina. Di lepas pantai Pulau Tapul, Kepulauan Sulu, kapal disergap lanun. Pelakunya dipercaya merupakan faksi Al-Habsi Misaya dari milisi Abu Sayyaf—pecahan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), kelompok separatis yang meneken perjanjian damai dengan pemerintah Filipina. Kepada PT Patria Maritime Lines, penyamun meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar. Belum lagi sepuluh sandera pertama dibebaskan, kelompok lain dari milisi yang sama membajak kapal TB Henry dan tongkang Christy. Empat dari sepuluh awak disandera di kawasan yang sama. Menolak membayar tebusan tentu sikap terpuji. Tak mau takluk kepada teror, dunia internasional telah bersepakat tidak meladeni permintaan uang dari lanun mana pun. Tapi fakta di lapangan, tampaknya, berbicara lain. PT Patria Maritime Lines pagi-pagi sudah menyatakan menyiapkan dana untuk membebaskan karyawannya yang diculik. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan uang tebusan merupakan tanggung jawab perusahaan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir pemerintah yang tak mengakui ransom. Koran Manila sejak awal sudah mensinyalir adanya transaksi itu. Kita tentu menyayangkan jika benar sandera dilepas karena tebusan.

Takluk kepada ancaman dapat menyuburkan teror. Kita juga menyayangkan pemerintah Filipina yang tak menguasai medan—sesuatu yang membuat para pembajak leluasa memaksakan kehendak. Saat ini, Kepulauan Sulu dikuasai kelompok separatis meski pemerintah Filipina telah menerjunkan 4.000 personel militer di sana. Dalam sejumlah kontak senjata, korban dari militer Filipina terbukti lebih banyak ketimbang dari pihak pemberontak. Daripada jadi gosip, soal tebusan sebaiknya dibikin terang. Tak ada salahnya mengaku jika ada uang keluar—misalnya dengan bungkus bantuan kemanusiaan. Pemerintah selayaknya tak menutup mata jika ada pihak lain di Indonesia yang membayar. Koordinasi ihwal masalah ini sebaiknya ditingkatkan. Istilah ”diplomasi total” yang digunakan dalam kronologi pembebasan ini hendaknya tidak membuat Republik menjadi satu level dengan gerombolan bersenjata. Diplomasi total yang melibatkan banyak aktor—jika ini yang dimaksud— hanya punya makna positif jika semua elemen yang terlibat berada dalam kendali pemerintah. Ingatlah bahwa tugas belum selesai. Empat sandera menunggu pasukan penyelamat. Penyekapan sandera di kawasan yang lebih terisolasi membuat kerja makin sulit. Pelaku dari faksi yang berbeda membuat negosiator Indonesia tak bisa menggunakan pola lama. Boleh jadi, mereka bahkan harus memulai dari nol. Kesediaan banyak pihak untuk terlibat dalam negosiasi tentu tak ada salahnya. Kita tahu Wakil Presiden Jusuf Kalla menurunkan bekas Duta Besar Indonesia di Rusia, Hamid Awaludin, untuk terlibat. Hamid menggunakan jasa Agus Dwikarna, mantan narapidana terorisme Indonesia yang mendekam di penjara Filipina, untuk membuka komunikasi dengan penculik. Surya Paloh menggunakan Yayasan Sukma—lembaga sosial yang ia dirikan di Aceh pascatsunami. Dua pengurus Yayasan diketahui memiliki akses ke personel Abu Sayyaf. Pemilik kapal memakai jalur Kivlan Zen, yang pernah lama bertugas di Filipina. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan Tentara Nasional Indonesia bekerja lewat jalurnya sendiri-sendiri.

Asalkan dikoordinasi dengan rapi, strategi keroyokan semacam ini tentu bagus-bagus saja. Semua punya peran. Tak perlu saling klaim. Komando harus berada di satu tangan. Dalam operasi penyelamatan sepuluh sandera, perihal koordinasi ini sempat jadi omongan. Apalagi belakangan, dalam sesi penjemputan sandera, terkesan ada upaya dari para aktor untuk berebut panggung. Di tingkat internasional, pemerintah tiga negara harus mempererat kerja sama untuk memberantas lanun. Berada di perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Filipina, perairan itu merupakan lalu lintas strategis. Kebutuhan batu bara untuk Provinsi Mindanao, misalnya, saat ini dipasok dari Kalimantan. Merompak merupakan tindakan kriminal. Abu Sayyaf dan para sempalannya bukan pejuang agama. Masyarakat selayaknya tidak terkecoh. Membasmi lanun di kawasan itu bukanlah memerangi agama—melainkan membasmi kejahatan.

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU PULUHAN orang berseragam Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) melarang acara World Press Freedom Day 2016 dan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di kantor Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Selasa malam pekan lalu. Massa didampingi pendiri Front Antikomunis Indonesia, Burhanudin. ”Kalau tidak bisa dibina, diratakan saja,” teriak mereka di lokasi acara. ”Bubarkan propaganda komunis!” Beberapa menit sebelumnya, belasan polisi dari Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, yang dipimpin Kepala Bagian Operasional Komisaris Sigit Haryadi, mendatangi lokasi dan meminta acara dibubarkan.

Acara itu dihadiri seratus jurnalis dan aktivis gerakan masyarakat sipil di Yogya. ”Kapolda DIY memerintahkan kegiatan ini harus dibubarkan,” kata Sigit, emosional. Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria sempat melakukan negosiasi dengan mereka. Kepada massa FKPPI dan polisi, dia menyatakan acara itu rutin digelar setiap tahun. Panitia juga sudah mengirimkan undangan dan pemberitahuan kepada pimpinan Kepolisian Yogyakarta. Panitia pun sudah meyakinkan polisi bahwa Pulau Buru Tanah Air Beta adalah film dokumenter dan merupakan produk jurnalistik. Film itu juga diputar di Simposium 65 pada 18-19 April lalu di Hotel Aryaduta, Jakarta. Tapi polisi tak menggubris penjelasan panitia. Alasan polisi, ada sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan pemutaran film tersebut. Panitia akhirnya mengalah dan membatalkan acara pemutaran film.