Pilihan Posisi Bersalin Bag3

Selain dilakukan di lantai, posisi ini bisa juga dilakukan di atas tempat tidur. Penolong persalinan berlutut di lantai, bersiap-siap menangkap bayi. KELEBIHAN: Mama bisa lebih aktiI bergerak sehingga memiliki peluang untuk menggerakkan pinggul dibanding posisi duduk/berbaring. Hal ini membuat pinggul bebas bergerak ke arah memutar atau miring yang dapat membantu bayi mencari jalan lahir.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

`Selain itu, posisi ini juga: U Cocok untuk bayi berukuran besar. U Mengurangi risiko episiotomi. U Didukung gravitasi. U Mengurangi kontraksi. U Mencegah nyeri di punggung. U Memungkinkan papa untuk mengusap punggung Mama sehingga nyeri berkurang dan bisa menenangkan Mama.

KEKURANGAN: U Menyulitkan penolong persalinan dalam memantau proses kelahiran dan detak jantung bayi. U Butuh kekuatan tangan yang lebih besar dibanding posisi berbaring/setengah duduk. U Risiko nyeri lutut, risiko jatuh tersungkur bila tangan dan kaki Mama tidak kuat menyangga tubuh. U Risiko cedera kepala bayi, karena bayi dapat meluncur keluar dengan cepat.

Contoh Menu Harian

Agar ASI lancar dan langsing pun di dapat, berikut contoh menu sehari un tuk Mama menyusui: U Sarapan (80–100 kalori): Roti gandum (2 potong), oatmeal (4–5 sendok makan), 1–2 butir telur (baiknya pilih telur omega-3). U Camilan antara sarapan dan makan siang: Bisa memilih makan buah-buahan, seperti: pisang, apel, pepaya, buah naga, dan jambu. Boleh juga di tambah kudapan atau kue, seperti 1–2 potong brownies. U

Makan siang (650–750 kalori): Karbohidrat dari nasi merah (4–5 sendok makan); protein didapat dari daging/ikan/ayam/tahu tempe (150 g atau 1–2 potong); sayuran, bisa tumisan/sup, semisal tumis kang kung, capcay, atau sup sapo tahu dan tomat. U Camilan antara makan siang dan makan malam: Bisa memilih buah-buahan tropis, seperti: pepaya, pisang, jeruk, dan jambu.

Juga bisa mengonsumsi um bi-umbian yang direbus, semisal ubi atau singkong rebus. U Makan malam (650–750 kalori): Karbohidrat dari nasi merah (4–5 sendok makan); protein dari daging/ ikan/ayam/tahu-tempe (150 g/1–2 potong); sayuran bisa berkuah atau tumisan buncis/kacang panjang dengan tempe dan teri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *