POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU

POLISI BUBARKAN PEMUTARAN FILM PULAU BURU PULUHAN orang berseragam Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) melarang acara World Press Freedom Day 2016 dan pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di kantor Aliansi Jurnalis Independen Yogyakarta, Selasa malam pekan lalu. Massa didampingi pendiri Front Antikomunis Indonesia, Burhanudin. ”Kalau tidak bisa dibina, diratakan saja,” teriak mereka di lokasi acara. ”Bubarkan propaganda komunis!” Beberapa menit sebelumnya, belasan polisi dari Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, yang dipimpin Kepala Bagian Operasional Komisaris Sigit Haryadi, mendatangi lokasi dan meminta acara dibubarkan.

Acara itu dihadiri seratus jurnalis dan aktivis gerakan masyarakat sipil di Yogya. ”Kapolda DIY memerintahkan kegiatan ini harus dibubarkan,” kata Sigit, emosional. Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria sempat melakukan negosiasi dengan mereka. Kepada massa FKPPI dan polisi, dia menyatakan acara itu rutin digelar setiap tahun. Panitia juga sudah mengirimkan undangan dan pemberitahuan kepada pimpinan Kepolisian Yogyakarta. Panitia pun sudah meyakinkan polisi bahwa Pulau Buru Tanah Air Beta adalah film dokumenter dan merupakan produk jurnalistik. Film itu juga diputar di Simposium 65 pada 18-19 April lalu di Hotel Aryaduta, Jakarta. Tapi polisi tak menggubris penjelasan panitia. Alasan polisi, ada sejumlah kelompok yang tidak setuju dengan pemutaran film tersebut. Panitia akhirnya mengalah dan membatalkan acara pemutaran film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *