Setelah Bunda Jadi Birokrat

AUNG San Suu Kyi, putri pahlawan besar Aung San yang sudah berpuluh tahun menentang kediktatoran junta militer, kini berkelakuan layaknya birokrat di negeri otoriter. Bunda Suu menolak mengakui bahwa tentara Myanmar telah menembaki ratusan pengungsi Rohingya. Oktober lalu, 300 gerilyawan Islam radikal menyerbu tiga pos perbatasan di kota kecil Maungdaw di Rakhine utara, Myanmar, menewaskan sembilan polisi penjaga perbatasan dan merebut sejumlah amunisi.

Pembalasan datang bergulung gulung. Berpegangan pada analisis gambar satelit, kelompok Human Rights Watch mengumumkan temuannya: hampir seribu rumah hancur dan gosong—tanda pembakaran yang sistematis— di desa-desa Rohingya. Tapi, bulan ini, Komisi Rohingya bentukan pemerintah menegaskan tak ada pelanggaran hak asasi dalam kasus ini—senada dengan pernyataan Suu Kyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *